Ia mengakui, belum seluruh pekerja kembali setelah libur Lebaran, meski ada pula tambahan tenaga baru. “Memang ada yang belum kembali, tapi ada juga yang baru. Ini hal yang wajar, ada rotasi,” tambahnya.
Ke depan, pengelola akan menitikberatkan pada pembinaan serta menjaga suasana kerja yang kondusif guna mendukung pemulihan usaha.
BACA JUGA: Batasi Aktivitas Karaoke Selama Ramadan, Pakar Argorejo Semarang Stop Pembuatan Kartu Izin Kerja LC
“Kami fokus pada kebersamaan dan kedisiplinan. Kalau semua mematuhi aturan dan suasana tetap kondusif, maka aktivitas kerja juga akan berjalan dengan nyaman,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu LC di Argorejo Semarang, Amoy (bukan nama sebenarnya), turut merasakan penurunan jumlah pelanggan dalam beberapa waktu terakhir.
Perempuan asal Kaliwungu itu mengaku kini lebih sulit mendapatkan tamu dibanding sebelumnya. “Kalau dulu bisa dapat tamu tiga sampai lima orang, sekarang satu saja sudah sulit,” ujarnya.
Ia menilai kondisi ekonomi yang tertekan, termasuk dampak konflik global, turut memengaruhi minat masyarakat untuk mengeluarkan uang di sektor hiburan.
Dalam situasi tersebut, Amoy memilih untuk lebih berhati-hati dalam mengatur keuangan sehari-hari. “Jangan boros, harus berhemat. Kadang jalan-jalan ke mal saja tidak terasa bisa habis sampai Rp500 ribu,” katanya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





