Menurutnya, sebagian besar pengrajin tahu mengandalkan kedelai impor karena pasokan kedelai lokal belum mampu memenuhi kebutuhan produksi. Meski stok kedelai masih tersedia di pasaran, kenaikan harga membuat biaya produksi melonjak tajam. Ia memilih tidak menaikkan harga jual karena khawatir kehilangan pelanggan.
“Kita mengecilkan ukuran. Kalau harga dinaikkan sendiri tidak bisa, harus bareng-bareng. Jadi sementara ini kita kurangi takaran,” katanya.
BACA JUGA: Larangan Impor Barang Bekas, Pelaku Usaha Thrifting Semarang: Penjualan Turun, Masih Bisa Buat Makan
Selain kedelai, kenaikan juga terjadi pada sejumlah bahan baku lain seperti minyak goreng, plastik, hingga kayu bakar. Harga minyak goreng, misalnya, naik dari sekitar Rp16.000 menjadi Rp20.500 per kilogram.
Sementara itu, harga plastik bahkan mengalami kenaikan signifikan. Untuk plastik bening, kenaikan bisa mencapai 100 persen, sedangkan plastik kantong naik sekitar 25 hingga 30 persen. (*)
Editor: Farah Nazila





