Jateng

Enam Sapi di Semarang Positif PMK, Dispertan Intensifkan Pengawasan dan Vaksinasi

×

Enam Sapi di Semarang Positif PMK, Dispertan Intensifkan Pengawasan dan Vaksinasi

Sebarkan artikel ini
Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang mengonfirmasi sebanyak enam ekor sapi terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Dinas Pertanian melakukan pengecekan antisipasi sapi PMK di Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pertanian Kota Semarang mengonfirmasi sebanyak enam ekor sapi terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Seluruh ternak yang terpapar saat ini telah menjalani isolasi dan proses penyembuhan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shoti’ah, mengatakan kasus PMK terendus setelah peternak melaporkan adanya sapi yang menunjukkan gejala sakit. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan memastikan hewan tersebut positif PMK.

“Ada enam kasus PMK yang ditemukan di Kecamatan Ngaliyan dan Banyumanik. Saat ini kondisinya sedang dalam proses penyembuhan dan perkembangannya cukup baik,” ujar Shoti’ah.

Hal ini ia sampaikan seusai melakukan pemantauan hewan kurban di Kelurahan Sendangmulyo, Senin, 25 Mei 2026.

Selain itu, Dispertan juga menerima laporan satu ekor sapi anakan di Kecamatan Ngaliyan mati akibat PMK. Sapi tersebut rupanya belum menerima vaksin PMK.

BACA JUGA: Farah Azra dan Bima Surya Jadi Denok Kenang Semarang 2026, Agustina: Harus Jadi Storyteller Budaya

Meski mendapati temuan sejumlah kasus, Shoti’ah menyebut kondisi PMK di Kota Semarang tahun ini lebih terkendali dari tahun sebelumnya. Menurutnya, para peternak kini sudah lebih memahami cara mengenali gejala dan menangani ternak yang terpapar PMK.

“Kalau dulu saat awal PMK muncul banyak peternak yang panik. Sekarang mereka sudah lebih paham, misalnya hewan yang terpapar harus segera di isolasi sampai kondisinya membaik,” katanya.

Untuk mencegah penyebaran penyakit, Dinas Pertanian Kota Semarang terus menggencarkan vaksinasi terhadap hewan ternak. Langkah tersebut menurutnya cukup efektif dalam menekan penyebaran PMK di wilayah Kota Semarang.

Selain fokus pada penanganan PMK, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan menjelang Iduladha 2026. Pada Senin (25/5/2026), petugas memeriksa empat lapak penjualan hewan kurban di wilayah Banyumanik dan Tembalang.

Dari hasil pemeriksaan sementara, seluruh hewan kurban yang mendapat pemeriksaan  sapi dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat untuk di kurbankan.