Meski puas dengan hasil akhir, Afandi menilai permainan timnya masih perlu ada perbaikan. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah penyelesaian akhir karena banyak peluang belum mampu dikonversi menjadi gol.
“Namun, di match pertama, finishing masih belum klinis. Banyak peluang yang tidak di manfaatkan dengan baik. Besok kita akan evaluasi terkait finishing di pertandingan ini,” ujarnya.
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi laga selanjutnya. Afandi juga menegaskan pentingnya menyiapkan strategi yang sesuai dengan karakter permainan lawan.
“Dan tentunya mengantisipasi cara bermain lawan yang cukup berbeda dengan pertandingan hari ini,” katanya.
Dari kubu Surakarta, asisten pelatih Muhammad Noor Latif Ramadhan menilai para pemainnya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan. Hal itu, menurutnya, turut memengaruhi penampilan tim pada awal pertandingan.
“Anak-anak semangatnya agak telat tadi, sehingga gol-gol tercipta agak terlambat. Namun, patut diapresiasi,” kata Latif.
Surakarta sempat menunjukkan kebangkitan setelah tertinggal dua gol. Namun, upaya menyamakan kedudukan belum cukup untuk menghindarkan tim dari kekalahan.
Setelah mengamankan tiga gol kemenangan atas Surakarta, tim futsal Kota Semarang kini mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya melawan Wonogiri.
Laga tersebut bakal berlangsung pukul 15.30 WIB di Stadion Futsal Undip, Semarang.
Kemenangan pada laga pembuka menjadi bekal positif bagi Kota Semarang. Meski demikian, perbaikan penyelesaian akhir dan kesiapan menghadapi pola permainan lawan akan menjadi faktor penting bagi tim untuk kembali meraih hasil maksimal di Porprov Jawa Tengah XVII 2026. (*)





