PEMALANG, beritajateng.tv – Artis Vicky Prasetyo gagal menjadi calon Bupati Pemalang. Ia mendapatkan suara terendah dalam Pilkada 2024 pada Rabu, 27 November 2024.
Berdasarkan real count sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang di hitung dari dokumen atau form C yang sudah ada dalam situs resmi KPU, Vicky Prasetyo yang maju bersama Muchammad Suwandi kalah dari dua paslon lainnya.
Di Kebagusan Pemalang misalnya, Vicky Prasetyo sementara ini hanya berhasil mendapatkan 630 suara. Ia kalah dari dua rivalnya, yakni Mansur Hidayat-Bobby Dewantara dengan 910 suara dan Anom Widiyantoro-Nurkholes dengan 1.243 suara.
BACA JUGA: Sampaikan Visi-Misi di Debat Pilbup Pemalang, Vicky Prasetyo Nyanyikan Sepenggal Lirik Lagu Gombloh
Melalui unggahan di Instagram-nya, Gladiator Cinta itu meminta maaf kepada warga Pemalang karena gagal menjadi pemimpin daerah mereka.
“Terima kasih untuk semua team pendukung dan warga pemalang, maaf saya belum bisa membawa pemalang dalam kemenangan dan membawanya lebih baik, minimal saya sudah mengenalkan lebih di kenal tentang Pemalang di negeri kita,” tulis Vicky Prasetyo seperti beritajateng.tv kutip pada Kamis, 28 November 2024.
Tak hanya itu, pria yang sempat diisukan dekat dengan Marshanda ini juga tampak menyindir oknum yang diduga melakukan politik uang agar dapat memenangkan Pilkada.
“Program dan ketulusan akan di kalahkan oleh Uang, itulah politik. Saya sudah sekuat tenaga ingin mengubahnya tapi semua sudah menjadi keputusan hasil pertarungan,” ujarnya.
BACA JUGA: Respons Soal Rob di Debat Pilbup Pemalang, Vicky Prasetyo: Kekuatan Medsos Saya Akan Bikin Gempar
Sebagai informasi, paslon Vicky-Suwandi diusung oleh PKB, sedangkan paslon Mansur Hidayat-Bobby Dewantara didukung oleh partai politik di antaranya, Partai Gerindra, PPP, PKS, PAN, PDIP, Demokrat, Nasdem, Partai Garuda, dan PKN.
Selanjutnya, paslon Anom Widiyantoro-Nurkholes. Pengusung paslon ini di antaranya Partai Golkar, Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Juga Partai Buruh, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) dan Partai Hanura. (*)





