Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi unggulan yang berbeda sehingga pendekatan pengembangannya pun tidak bisa ԁisamaratakan.
Ia mencontohkan Kabupaten Kebumen yang saat ini telah memiliki kawasan Geopark berstatus internasional sehingga membutuhkan strategi pengembangan yang berbeda ԁibandingkan daerah lain.
BACA JUGA: Rekomendasi Wisata Edukasi, Dairyland On The Valley Cocok untuk Liburan Bersama Buah Hati
“Memang di masing-masing daerah kan berbeda-beda. Contoh misalnya Kebumen, Geopark-nya sudah internasional,” ujarnya.
Berangkat dari hal itu, Luthfi mengatakan revitalisasi aset seperti Jateng Valley akan ԁisesuaikan dengan kebutuhan pengembangan kawasan. Yaitu agar mampu memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemprov Siapkan 12 Kawasan Industri Baru, Bupati Diminta “Jemput” Investor
Selain merevitalisasi aset yang telah ada, Luthfi mengatakan Pemprov Jawa Tengah juga terus mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Caranya melalui pengembangan kawasan industri.
Menurutnya, hingga saat ini pemerintah telah menyiapkan sekitar 12 kawasan industri di berbagai daerah yang tinggal menunggu masuknya investasi.
“Tidak hanya menggunakan revitalisasi, tapi juga pengembangan kawasan industri baru. Di tempat kita sudah hampir 12 kawasan industri sudah kita siapkan,” katanya.
BACA JUGA: Ungkit Perekonomian Daerah, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Dorong Terobosan Kreatif Pengusaha Muda
Luthfi menjelaskan, fokus pemerintah saat ini adalah menarik sebanyak mungkin investor agar kawasan-kawasan tersebut segera berkembang dan mampu membuka lapangan pekerjaan baru.
Oleh sebab itu, ia meminta para kepala daerah aktif mempromosikan potensi wilayahnya kepada calon investor.
“Tinggal kita mencari investasi sehingga manager marketing-nya para bupati dan wali kota saya genjot habis untuk melakukan investasi agar mereka tumbuh kembang industri baru atau ekonomi baru di lahan masing-masing,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





