Jateng

Geger DPC Mundur Massal, DPW PSI Jateng Ungkap Alasan Ketua DPD Semarang di-PLT

×

Geger DPC Mundur Massal, DPW PSI Jateng Ungkap Alasan Ketua DPD Semarang di-PLT

Sebarkan artikel ini
DPC PSI Kota Semarang
Aksi 13 DPC PSI Kota Semarang menyatakan undur diri dari kepengurusan partai dan mengembalikan aset di Kantor DPD PSI Kota Semarang, Jalan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah, Minggu, 22 Februari 2026 malam. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Tengah akhirnya membuka alasan di balik penunjukan pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD PSI Kota Semarang yang memicu polemik internal.

Ketua DPW PSI Jateng, Antonius Yogo Prabowo, menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) setelah melihat kebutuhan percepatan gerak organisasi di Kota Semarang.

Langkah itu disebut sebagai bagian dari evaluasi organisasi sekaligus strategi memperkuat struktur partai di tingkat daerah.

Menurutnya, penunjukan Plt bukan bentuk pemberhentian permanen terhadap ketua sebelumnya, Bangkit Mahanantiyo, melainkan penataan posisi agar kader dapat berkontribusi sesuai kompetensi masing-masing.

“Yang ketuanya kami Plt, itu kami luruskan Mas Bangkit itu karena beliau pengacara, kami mau apa? Kami minta [Bangkit] gabung di bagian bidang advokasi dan hukum DPW PSI Jateng, di Provinsi,” ujarnya saat beritajateng.tv hubungi melalui panggilan WhatsApp pada Senin, 23 Februari 2026.

BACA JUGA: Papan Bawah Membara! Persiba Tersandung, Jalan PSIS Menuju Posisi Aman Terbuka Lebar

Yogo menegaskan, pihaknya justru menghargai latar belakang profesi Bangkit sebagai advokat sehingga ternilai lebih tepat ditempatkan pada bidang hukum di tingkat provinsi.

“Kami melihat latar belakang beliau. Sebenarnya tidak ada yang dipermalukan, tidak ada yang dibuang semuanya,” katanya.

Hasil Evaluasi dan Koordinasi dengan DPP

Lebih lanjut, Yogo menjelaskan bahwa keputusan penunjukan Ari Nugroho sebagai Plt Ketua DPD PSI Kota Semarang terlaksana setelah evaluasi internal bersama DPP. Tujuannya agar organisasi di tingkat kota bisa segera bergerak dan tidak terhambat oleh dinamika yang terjadi.

“Satu itu, kedua karena ya beberapa kejadian kemarin kami evaluasi kami koordinasi dengan DPP ini kan sementara turun SK Plt. Mas Bangkit kami tarik di bidang hukum provinsi, kemudian kami Plt atas nama Ari Nugroho yang segera mengganti ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam organisasi politik. Terutama ketika partai sedang menyiapkan program besar di daerah.

Dinamika Internal yang Ternilai Berlebihan

Meski mengakui adanya reaksi dari sebagian kader, Yogo menilai polemik yang muncul sebenarnya berawal dari perbedaan penerimaan terhadap keputusan organisasi.

“Dan sekali lagi ini hal yang wajar dinamika cuma tapi enggak nyangka mereka apa ributnya sampai. Dan saya sayang saja, kita sedang membuat program untuk Semarang,” ujarnya.

DPW PSI Jateng juga memastikan kondisi organisasi di Kota Semarang tetap solid dengan dukungan DPC yang masih aktif. Program partai, terutama menjelang Ramadan, disebut tetap berjalan seperti pembagian takjil dan kegiatan sosial lainnya.

“Kami Semarang masih solid, masih baik-baik. Semalam saya ketemu dengan DPC-DPC yang solid, yang aktif. Kita sedang nyusun bagi takjil, buka puasa bersama di panti asuhan,” katanya.

Yogo memastikan bahwa pihaknya telah menyiapkan pengurus pengganti untuk mengisi kekosongan di enam DPC yang mundur agar tidak akan menghambat program partai.

“Kami kan secara organisasi tidak mau juga kosong terlalu lama dan kami sudah siapkan juga orang-orang pengganti,” jelasnya.

Terkait aksi sejumlah 13 DPC PSI Kota Semarang yang mengundurkan diri dari kepengurusan, Yogo menyebut bahwa hanya 6 DPC yang undur diri dari total 16 DPC.

“Iya, satu kami harus klarifikasi dulu soal jumlah. Setahu saya kalau lihat di plang dan data bukan 13, tapi hanya 6 DPC. Bisa dilihat di gambar di video itu hanya 6 plang DPC yang di bawah dan kami punya data. Enam DPC yang menyatakan mengundurkan diri, mengembalikan mandat,” ujarnya.

DPW PSI Jateng, lanjutnya, tetap menghormati keputusan pengurus yang mundur, meskipun menyayangkan proses komunikasi yang ternilai tidak berjalan optimal.

“Ya, kami apa menghormati keputusan mereka. Tapi sekali lagi ini dinamika yang biasa di sebuah organisasi. Pergantian ketua, pergantian apa-apa kan biasa,” katanya.

Yogo berharap dinamika internal tersebut dapat segera selesai sehingga seluruh kader dapat kembali fokus membesarkan partai di Kota Semarang.

BACA JUGA: DPW PSI Jawa Tengah Klarifikasi Pengunduran Diri DPC Kota Semarang, Ketum: Hanya 6, Bukan 13

Sementara itu, perwakilan dari DPC yang mengundurkan diri, Hanif Navila Rozaq Ketua DPC PSI Semarang Utara, menyebutkan bahwa 13 DPC yang mengundurkan diri telah menandatangani surat saat rakerda pada Minggu, 11 Januari 2026 lalu.

“Di dalam rakerda DPC sudah tanda tangan. Kami masih menyimpan datanya juga 13 DPC, ketuanya tanda tangan dikirimkan ke DPW, untuk disampaikan ke DPP, saya enggak tahu nyampai atau nggak. Kita by data semua, mas Yogo datanya dari mana?” jawab Hanif saat beritajateng.tv konfirmasi melalui panggilan WhatsApp pada Senin, 23 Februari 2026.

Ia juga menanggapi terkait data yang DPW PSI Jateng ketahui. Hanif mengatakan bahwa, memang hanya ada 6 plang yang dikembalikan karena adanya kendala cuaca.

“Itu yang dijadikan data [DPW] itu cuma plang yang terkumpul enam, berarti yang mundur enam. Sedangkan kemarin kan cuaca hujan, ya kan? Kita tidak membawa plang terkendala hujan itu karena pada naik motor,” jelasnya.

“Sebenarnya kalau pengunduran diri secara lisan melalui chat melalui WA ada kok screenshoot itu sudah tersebar di grup koordinasi maupun grup ketua PSI Kota Semarang,” lanjut Hanif. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp