Artanto mengatakan, petugas gabungan dari tingkat Polres hingga Polsek saat ini meningkatkan patroli malam hari. Terutama di kawasan permukiman dan jalur yang ԁinilai rawan.
“Personel gabungan dari Polres hingga Polsek ԁiperintahkan untuk meningkatkan intensitas patroli malam hari pada jam-jam rawan. Khususnya di area pemukiman warga dan jalur yang sepi,” tutur Artanto.
Di sisi lain, Tim Siber Polda Jawa Tengah juga mulai melacak akun yang ԁiduga pertama kali menyebarkan konten tersebut.
“Jika ԁitemukan adanya unsur kesengajaan untuk menyebarkan teror psikologis atau keonaran di tengah masyarakat, kepolisian akan menindak tegas sesuai dengan undang-undang ITE yang berlaku,” sambungnya.
Polda Ajak Warga Aktifkan Ronda dan Jangan Main Hakim Sendiri Jika Temukan Pocong Jadi-jadian
Lebih jauh, Polda Jawa Tengah juga mengerahkan Bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat. Tujuannya agar tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi.
Artanto mengimbau masyarakat tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan video yang sumbernya belum jelas.
“Kami mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali kegiatan ronda malam demi keamanan lingkungan serta antisipasi potensi pidana kriminalitas yang nyata,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan dan tidak mengambil tindakan sendiri.
“Apabila melihat ada pergerakan yang mencurigakan baik menggunakan kostum tertentu atau membawa sajam jangan bertindak main hakim sendiri dan utamakan keselamatan segera laporkan ke call center Polri di 110,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





