SEMARANG, beritajateng.tv – Peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya saing Jawa Tengah menjadi fokus DPRD Provinsi Jateng dalam pembangunan anggaran 2025.
Hal itu tersampaikan langsung oleh Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bambang Hariyanto, dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jateng yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis, 22 Februari 2024.
Dalam pemaparannya, Bambang yang mewakilkan Ketua DPRD Jateng, Sumanto, itu menyampaikan bahwa anggaran 2025 berfokus pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif yang mesti memerhatikan dampak lingkungan.
Tak hanya itu, produk unggulan di kabupaten/kota, ujar Bambang, juga perlu turut serta pula guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi di Jateng.
BACA JUGA: Pemkot Semarang Raih Penghargaan Paritrana Award 2024
“Pembangunan infrastruktur diprioritaskan pada pengembangan berbasis daerah, agar dapat menunjang jenis usaha unggulan di daerah. Serta senantiasa menjaga ekosistem lingkungan,” ujar Bambang saat membacakan paparannya.
Selain bidang ekonomi, pendidikan juga bagi Bambang tak kalah penting untuk diprioritaskan dalam anggaran 2024-2025 mendatang.
“Kualitas pendidikan harus ditingkatkan, yakni dengan penguatan infrastruktur dan kesejahteraan guru serta kurikulum berbasis lokal,” paparnya.
Musyawarah anggaran DPRD Jateng, sampaikan arah pembangunan 2024-2025
Lebih lanjut, Bambang juga menyampaikan arah pembangunan Jateng tahun 2024-2025 yang telah DPRD Provinsi rumuskan. Adapun pencapaian Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar USD 23,199 pada tahun 2045 menjadi hal pertama yang Bambang sampaikan.
“Mendukung target nasional pencapaian PDB per kapita tahun 2045 sebesar USD 23,199, di antaranya dengan menjabarkan rencana capaian tahunan tingkat Jawa Tengah. Kedua, mendorong pertumbuhan ekonomi tahunan minimal 5,7 persen,” jelas Bambang.
Tak hanya itu, sektor pertanian, industri, hingga investasi yang menopang perekonomian Jateng juga semakin masif dalam arah pembangunan 2024-2025.
BACA JUGA: Pemkot Semarang Bangun Sejumlah Proyek di 2023, Mulai dari Jembatan Bendosari hingga Gedung SMPN 16
“Selanjutnya, rata-rata lama sekolah [menuju tahun] 2045 sebesar 12,0 tahun. Kelima, agar usia harapan hidup 7,5 tahun dan stunting maksimal 5 persen,” tandasnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jateng mengungkap prioritas pembangunan masih berfokus pada pengentasan kemiskinan, stunting, inflasi, dan pengangguran. Namun demikian, perencanaan pembagunan juga tetap memperhatikan situasi dan kondisi wilayah.
Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana menyebut visi pembangunan (RPJPD) Jawa Tengah selama 20 tahun ke depan adalah “Jawa Tengah sebagai Penumpu Pangan dan Industri Nasional Yang Maju, Sejahtera, Berbudaya, dan Berkelanjutan”.
Menurutnya, visi itu selaras dengan RPJPN 2025-2045 yaitu mewujudkan Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





