SEMARANG, beritajateng.tv – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sugihan boleh jadi salah satu KDMP yang telah mampu menggeliat dalam melaksanakan kegiatan usahanya.
Sejak rilis tiga bulan lalu, KDMP ini telah membuktikan keberadaan serta kegiatan usahanya sangat mendukung warga desa setempat dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Dukungan dan sinergi masyarakat dengan pemerintah desa menjadi kunci bagi KDMP yang bergerak dalam kegiatan usaha pelayanan kebutuhan warganya.
Sekretaris Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Nanik Pujiastuti, mengatakan KDMP Sugihan sudah mulai menjalankan kegiatan usaha sejak Oktober 2025.
“Kegiatan KDMP ini sudah mulai setelah terbentuk dan mengajak warga untuk ikut mendukung dengan menjadi anggota. Alhamdulillah terlaksana dan sampai hari ini sudah melaksanakan kegiatan usaha,” katanya, Selasa, 13 Januari 2026.
BACA JUGA: Meski Banyak Belum Punya Tempat, Ratusan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Semarang Sudah Berjalan
Ini semua, jelas Nanik, berkat dukungan masyarakat serta dukungan Pemerintah Desa (Pemdes) Sugihan yang bersinergi. Khususnya dalam menentukan jenis kegiatan usahanya.
Jenis kegiatan usaha KDMP Sugihan menyesuaikan potensi yang ada di Desa Sugihan. Kebetulan, di Desa Sugihan ini banyak pelaku UMKM olahan makanan.
Sehingga, itu membuka peluang KDMP Sugihan untuk menyediakan berbagai bahan kebutuhan UMKM. Misalnya seperti minyak goreng, telur ayam, aneka tepung, dan lainnya, termasuk LPG.
“Semuanya merupakan jenis-jenis komoditas yang tentunya untuk memudahkan para pelaku UMKM di Desa Sugihan dalam memenuhi kebutuhannya,” tegas Nanik.
Kopdes Merah Putih Sugihan Pajang Aneka produk UMKM Setempat
Selain berbagai komoditas kebutuhan, aneka jenis produk UMKM khas Desa Sugihan juga di-display dan dipasarkan melalui KDMP tersebut.
Aneka produk itu mulai dari keripik daun bayam, keripik daun pegagan, keripik waluh (labu), keripik tempe, keripik singkong, keripik pisang, dan aneka camilan lainnya.
Saban hari, lanjut Nanik, KDMP Sugihan beroperasi mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Pengurus di koperasi ini pun telah terjadwal.
“Saat ini baru ada tujuh orang pengurus yang aktif untuk mendukung operasional KDMP Sugihan. Ini menyesuaikan dengan jenis kegiatan usaha yang sudah berjalan,” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan, keberadaan KDMP Sugihan sejauh ini telah membantu para pelaku UMKM untuk memenuhi berbagai kebutuhan (bahan baku) bagi kegiatan usahanya.
Pasalnya, berbagai komoditas kebutuhan UMKM bisa diperoleh dengan harga lebih murah dari harga di pasaran dan bahkan cukup bersaing dengan harga grosir.
BACA JUGA: Lahan Terbatas, Pembangunan Koperasi Merah Putih di 118 Desa Blora Terkendala
“Pengurus KDMP Sugihan berupaya memutus rantai pasok melalui kerja sama dengan produsen langsung. Sehingga, dari sisi harga lebih miring dari harga yang ada di pasaran,” tandasnya.
Sebelumnya, Pemkab Semarang memastikan sebagian KDMP di daerahnya telah melaksanakan kegiatan usaha meski gerai KDMP dalam proses pembangunan.
Beberapa jenis kegiatan usaha tersebut antara lain toko beras dan bahan pokok lain, pengecer gas LPG bersubsidi, hingga agen Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif.
“Agen Laku Pandai menjadi jenis kegiatan usaha yang sudah banyak berjalan,” kata Kepala Diskumperindag Kabupaten Semarang, Heru Subroto, baru-baru ini. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





