SRAGEN, Beritajateng.tv – Koperasi Waras RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen terus melakukan inovasi pemanfaatan ruang. Kali ini, koperasi yang beranggotakan karyawan rumah sakit tersebut mengembangkan budidaya Melon Lavender secara hidroponik di rooftop atau lantai lima Gedung RSUD Sragen.
Ketua Koperasi Waras RSUD Sragen, Sartono, menjelaskan seluruh pendanaan budidaya Melon Lavender berasal dari iuran dan partisipasi anggota koperasi. Program ini menjadi salah satu upaya koperasi dalam mengembangkan unit usaha produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan perkotaan.
“Greenhouse berada di rooftop lantai lima RSUD Sragen. Saat ini kami memiliki lima unit greenhouse. Empat unit fokus untuk melon, sedangkan satu unit untuk budi daya selada dan uji coba ikan nila,” ujar Sartono.
BACA JUGA: Dukung MBG, Pemkab Blora Dorong Petani Melon Hidroponik Lokal Pasok SPPG
Setiap greenhouse memiliki ukuran sekitar 20 x 21 meter dengan total luasan berbeda, salah satunya mencapai 420 meter persegi, untuk penanaman 1.100 bibit pohon melon. Budi daya melon pertama kali pihaknya coba dan berhasil panen pada tahun 2024. Selanjutnya, penanaman kedua mulai Oktober dan panen pada Januari.
Menurut Sartono, Melon Lavender termasuk kategori melon premium dengan masa panen relatif cepat. Dengan sistem tanam terjadwal, panen harapannya bisa maksimal setiap tiga minggu sekali.
“Pasar sementara masih di internal RSUD dan wilayah sekitar. Untuk karyawan, responsnya sangat bagus. Bahkan saat pertama kali buka, melon sudah habis dalam hitungan hari,” ungkapnya.
Hasil Panen Melon Lavender Budi Daya Koperasi Waras RSUD Sragen
Dari sisi ekonomi, hasil panen cukup menjanjikan. Dalam satu siklus panen, potensi pendapatan bisa mencapai puluhan juta rupiah, tergantung jumlah tanaman dan bobot buah.
Rata-rata berat melon mencapai 1–2 kilogram per buah dengan rasa manis dan tekstur kering khas Melon Lavender.





