SEMARANG, beritajateng.tv – Kabar gembira datang dari Semarang Zoo, Taman Marga Satwa milik Pemerintah Kota Semarang. Koleksi satwa di kebun binatang ini bertambah setelah seekor induk kapibara uang datang dari Taman Margasatwa Ragunan, kini melahirkan dua anak yang kini tumbuh sehat dan aktif di Semarang Zoo.
Kelahiran dua bayi kapibara tersebut menjadi bukti keberhasilan proses adaptasi satwa, dari Taman Margasatwa Ragunan melalui program tukar-menukar satwa tidak di lindungi pada tahun 2025 lalu.
Sebelumnya, satwa Sitatunga yang datang bersamaan dengan Kapibara juga berhasil berkembang biak dan melahirkan seekor anak.
Dokter Hewan Semarang Zoo, drh. Nurul Fauziah, mengatakan kedua anak kapibara saat ini berusia hampir satu bulan. Kondisi keduanya terus pihaknya pantau dan menunjukkan perkembangan yang baik.
“Alhamdulillah kondisi anakan kapibara sehat dan masih di asuh langsung oleh induknya. Sampai sekarang jenis kelaminnya belum bisa kamu pastikan karena pemeriksaan visual saja belum cukup untuk mengidentifikasinya,” ujar Nurul, Senin, 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan, setiap kelahiran maupun kematian satwa wajib pihaknya laporkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Namun untuk penambahan koleksi satwa hasil kelahiran ini, Semarang Zoo masih menyelesaikan proses administrasi sebelum laporan resmi ia kirimkan.
Menurut Nurul, kesehatan satwa di Semarang Zoo terpantau secara rutin melalui laporan harian para penjaga satwa atau kiper, yang kemudian bertahap berjalan pemeriksaan langsung oleh tim medis.
“Kami memeriksa kondisi fisik, pernapasan, denyut nadi, hingga perilaku satwa. Biasanya ketika ada satwa yang kurang sehat akan terlihat dari perubahan perilakunya saat pemeriksaan,” jelasnya.
BACA JUGA: Kabar Gembira! Tiket Masuk Semarang Zoo Gratis untuk Pelajar, Berlaku Mulai 22 Juni 2026
Selain pemeriksaan berkala, pemberian vitamin dan variasi pakan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan seluruh koleksi satwa.
Sementara itu, Kiper kapibara Semarang Zoo, Rizky, mengungkapkan perawatan satwa asal Amerika Selatan tersebut relatif mudah karena termasuk hewan herbivora.





