Salah satu orang tua siswa, Kuncoro Aji, yang juga alumni SMPN 2 Semarang, mengaku sengaja datang untuk mengambil rapor anaknya. Ia menilai keterlibatan ayah sangat penting dalam mendampingi pendidikan dan tumbuh kembang anak.
Aji menyebut sejak lama telah membagi peran pengasuhan dengan istrinya. Saat sang istri bekerja, ia mengambil alih pendampingan anak, termasuk urusan sekolah.
“Saya yang mengambil rapor anak-anak dari SD sampai SMA. Istri bekerja, jadi saya bagi tugas dan fokus mendampingi anak,” katanya.
Ia mengaku senang dapat mengetahui langsung perkembangan belajar anaknya. Menurutnya, keterlibatan ayah dalam kegiatan sekolah dapat memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
“Kedekatan anak dengan bapak dan orang tua itu penting. Ayah sebaiknya meluangkan waktu, mulai dari mengantar sekolah sampai mengambil rapor agar hubungan emosional lebih terbangun,” ujarnya.
BACA JUGA: Prospek Karier Menjanjikan, Ini 6 Sekolah Kedinasan di Jawa Tengah Beserta Jadwal Pendaftarannya
Sementara itu, siswi kelas VIII-E, Valda Aisha, mengaku sempat merasa gugup saat harus mempresentasikan hasil belajarnya di depan sang ayah. Meski demikian, ia merasa senang karena ayahnya hadir langsung mendampingi.
“Waktu presentasi sempat deg-degan takut hasilnya tidak sesuai harapan. Tapi alhamdulillah cukup baik. Senang juga karena ayah hadir, jadi bisa makin dekat,” ungkap Valda. (*)
Editor: Farah Nazila





