Setelah berlangsung doa bersama, gunungan tersebut di persembahkan secara simbolis kepada kera sebagai bentuk sedekah alam. Sebelum akhirnya di perebutkan masyarakat dalam tradisi ngalap berkah.
Tidak hanya sarat makna budaya, gelaran ini juga berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Dengan rangkaian acara yang berlangsung dari malam hingga pagi, wisatawan memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati suasana Desa Wisata Kandri.
“Kami mengajak masyarakat untuk hadir dan merasakan langsung suasana sakral sekaligus keindahan alam Goa Kreo. Ini bukan hanya hiburan, tetapi juga edukasi budaya,” tambahnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





