Jateng

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kesengsem Setepeng Agro Wisata Edukasi di Kabupaten Semarang

×

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kesengsem Setepeng Agro Wisata Edukasi di Kabupaten Semarang

Sebarkan artikel ini
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda melihat kolam bioflok, di Setepeng Agro Wisata Edukasi (SAE), Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu, 30 September 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda mengaku kesengsem dengan konsep Setepeng Agro Wisata Edukasi (SAE), Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, saat melihatnya, Rabu, 30 September 2026.

Terlebih Sherly Tjoanda berkesempatan memanen langsung telur di kandang ayam, melihat green house sayuran, serta budidaya ikan di kompleks eduwisata.

“Ini menarik untuk diimplementasikan di Maluku Utara,” kata Sherly Tjoanda kepada awak media.

Adapun program Setepeng Agro Wisata Edukasi diinisiasi oleh Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas).

BACA JUGA: Njomplang, Dedi Mulyadi Blak-blakan Honor Linmas di Jawa Barat, di Kabupaten Semarang Segini

Sherly Tjoanda mengatakan, dia memberi perhatian terhadap program- program Aslinmas dan Abpednas di Kabupaten Semarang.

Di antaranya, terdapat budidaya ayam petelur, ikan nila, ikan lele, hingga budidaya tanaman sayuran.

“Mudah- mudahan apa yang ada di Jawa Tengah ini nantinya juga bisa kami implementasikan di Provinsi Maluku Utara,” ucap dia.

Pemberdayaan Anggota Linmas

Sementara itu, Pembina Abpednas, Reda Manthovani mengatakan, kawasan Setepeng Agro Wisata Edukasi di Kabupaten Semarang ini menjadi salah satu program pemberdayaan anggota Aslinmas dan Abpednas.

Misalnya, kata dia, pemerintah daerah (pemda) belum bisa memberikan insentif untuk anggota Linmas.

Untuk itu, Linmas bisa mengupayakan sendiri dari berbagai kegiatan budidaya yang ada kawasan agro wisata edukasi tersebut.

“Ada budidaya ayam petelur, beberapa jenis ikan di kolam bioflok, dan tanaman sayuran. Ini Semua merupakan sumbangsih dari para pengusaha lokal yang memang perhatian terhadap asosiasi,” bilang Reda Manthovani.

BACA JUGA: Warga Terdampak Kekeringan, Linmas Kabupaten Semarang Salurkan 20 Tangki Air Bersih

Dia mengatakan, konsep pemberdayaan seperti ini akan disiapkan di semua daerah se-Indonesia.

Tentunya, kata dia, dengan melibatkan dukungan dan perhatian dari para pengusaha, agar tidak menggunakan uang dari anggaran pemerintah daerah.