Jateng

Gunung Ungaran Masih Berpotensi Aktif, BPBD Jateng Minta Warga Waspada

×

Gunung Ungaran Masih Berpotensi Aktif, BPBD Jateng Minta Warga Waspada

Sebarkan artikel ini
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Tengah, Wahjoedi Fadjar (tengah) dalam kegiatan Identifikasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana Provinsi Jawa Tengah, di Balai Desa Pagersari, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Senin 20 April 2026 petang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Tengah, Wahjoedi Fadjar (tengah) dalam kegiatan Identifikasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana Provinsi Jawa Tengah, di Balai Desa Pagersari, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Senin 20 April 2026 petang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gunung Ungaran yang berada di wilayah Kabupaten Semarang disebut masih memiliki potensi untuk aktif kembali, meskipun sudah lama tidak menunjukkan aktivitas erupsi.

Meski demikian, wilayah Desa Pagersari, Kecamatan Bergas, belum pernah mengalami bencana alam skala besar. Namun masyarakat tetap diminta tidak lengah, mengingat desa tersebut berada di lereng timur Gunung Ungaran.

Gunung ini oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di klasifikasikan sebagai gunung api tipe B, yakni gunung yang sudah lama tidak erupsi namun masih berpotensi aktif kembali.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah, Wahjoedi Fadjar, menyebutkan indikasi tersebut terlihat dari masih adanya aktivitas ladang uap di sisi selatan gunung.

“Karena masih ada aktivitas ladang uap di sisi selatan,” ungkapnya, Senin 20 April 2026.

BACA JUGA: Pengelola Basecamp Mawar Gunung Ungaran Ingatkan Risiko Besar Mendaki Ajak Anak: Hipotermia Sangat Bahaya!

Menurutnya, di Jawa Tengah hanya Gunung Muria yang benar-benar di kategorikan tidak aktif. Sementara gunung lain, termasuk Ungaran, tetap memiliki potensi aktivitas vulkanik.

Ia menambahkan, wilayah selatan Ungaran juga berdekatan dengan Gunung Merbabu yang memiliki karakteristik serupa. Yakni gunung api tipe B yang “tertidur” namun masih berpotensi aktif.

Karena itu, masyarakat di kawasan lereng gunung, termasuk desa dan kelurahan di sekitar Ungaran, di minta mampu mengidentifikasi potensi bencana sejak dini.

“Identifikasi potensi bencana menjadi sangat penting agar kesiapsiagaan masyarakat meningkat,” tegasnya.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD mendorong pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di berbagai wilayah rawan bencana di Jawa Tengah.

Program ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan, kemandirian, serta ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.

BACA JUGA: Wisata Watu Gunung Ungaran: Daya Tarik, Tiket Masuk dan Rute Menuju Lokasi

Kegiatan sosialisasi ini juga terhadiri Bagus Suryokusumo serta Alexander Gunawan Tribiantoro. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp