“Kemarin juga banyak masukan dari tokoh-tokoh agama untuk pembagian SPPG kalau bisa di bulan puasa diatur sedemikian, supaya menghormati terhadap siswa-siswi atau penerima yang sedang melakukan puasa,” katanya.
Di Kabupaten Jepara, lanjut dia, telah ada kesepakatan khusus terkait pembagian MBG selama Ramadan. Makanan kering diberikan agar bisa diolah di rumah, dengan waktu distribusi yang disesuaikan.
“Di bulan Ramadan mayoritas masyarakat di Jawa Tengah khususnya di Jepara adalah beragama Islam dan sedang melakukan ibadah puasa sehingga atur yang ini. Maka kemarin ada pengaturan pembagian jenis-jenisnya, yang makanan-makanan kering sesuaikan nanti bisa olah di rumah sehingga pembagiannya ada dua kali dan itu pun di waktu sore,” jelasnya.
Terkait kritik masyarakat yang menilai menu MBG kering atau MBG Ramadan kurang layak, Gus Yasin menyatakan tetap perlu evaluasi. Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam mengawasi program MBG.
“Ya, tergantung ya, jadi memang masyarakat itu melihat seperti itu. Nah, ini yang kami saat ini lakukan. Banyak terima kasih saya ucapkan kepada masyarakat yang mengevaluasi sehingga kami juga sifatnya adalah koordinator di provinsi untuk meneruskan berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” pungkas Gus Yasin. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





