SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, angkat bicara soal berjamurnya ratusan roti di Blora untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan.
Sebelumnya, 349 roti dalam paket MBG edisi Ramadan di SMPN 5 Blora terpaksa dikembalikan ke dapur penyedia. Roti dengan topping keju putih tersebut tidak sekolah bagikan kepada siswa setelah ada temuan dalam kondisi tidak layak konsumsi.
Menanggapi hal tersebut, Gus Yasin menegaskan program MBG telah memiliki satuan tugas (satgas) dan mekanisme pengawasan tersendiri. Jika terdapat pelanggaran, penyedia dapat masuk audit hingga terkena sanksi tegas.
“Kalau yang terkait dengan MBG sudah ada satgasnya, sudah ada petugasnya. Nanti mana-mana [SPPG] yang melakukan kesalahan-kesalahan akan ada audit. Bisa sampai ke tahap penutupan terhadap SPPG yang melanggar,” ujar Gus Yasin saat beritajateng.tv jumpai di Tanah dan Gedung TPP KPPBC TMP Tanjung Emas, Kota Semarang, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia MBG lebih tertib, khususnya dalam hal pengemasan dan distribusi.
“Maka saya berharap untuk tertibkan SPPG, edukasi betul cara pengemasannya, cara pengirimannya dan lain sebagainya,” tegasnya.
Gus Yasin Dorong MBG Ramadan Atur Ulang, Minta Hormati Siswa yang Puasa
Gus Yasin juga menyoroti pelaksanaan MBG selama Ramadan yang menggunakan skema makanan kering atau bawa pulang. Menurutnya, pengaturan distribusi perlu sesuaikan dengan kondisi mayoritas siswa yang sedang berpuasa.
“Saya juga menghimbau kepada masyarakat juga yuk terkait SPPG di bulan Ramadan kita atur lagi, deh,” ucap Gus Yasin.
Pihaknya menyebut telah menerima masukan dari sejumlah tokoh agama agar lebih sesuai mengatur pembagian MBG di bulan puasa, tak semata-mata memberikan makanan kering secara asal-asalan.
“Kemarin juga banyak masukan dari tokoh-tokoh agama untuk pembagian SPPG kalau bisa di bulan puasa diatur sedemikian, supaya menghormati terhadap siswa-siswi atau penerima yang sedang melakukan puasa,” katanya.
Di Kabupaten Jepara, lanjut dia, telah ada kesepakatan khusus terkait pembagian MBG selama Ramadan. Makanan kering diberikan agar bisa diolah di rumah, dengan waktu distribusi yang disesuaikan.
“Di bulan Ramadan mayoritas masyarakat di Jawa Tengah khususnya di Jepara adalah beragama Islam dan sedang melakukan ibadah puasa sehingga atur yang ini. Maka kemarin ada pengaturan pembagian jenis-jenisnya, yang makanan-makanan kering sesuaikan nanti bisa olah di rumah sehingga pembagiannya ada dua kali dan itu pun di waktu sore,” jelasnya.
Terkait kritik masyarakat yang menilai menu MBG kering atau MBG Ramadan kurang layak, Gus Yasin menyatakan tetap perlu evaluasi. Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam mengawasi program MBG.
“Ya, tergantung ya, jadi memang masyarakat itu melihat seperti itu. Nah, ini yang kami saat ini lakukan. Banyak terima kasih saya ucapkan kepada masyarakat yang mengevaluasi sehingga kami juga sifatnya adalah koordinator di provinsi untuk meneruskan berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” pungkas Gus Yasin. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





