SEMARANG, beritajateng.tv — Mengantisipasi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering dari biasanya, pelanggan Perumda Air Minum Tirta Bumi Serasi diimbau menyiapkan tandon air secara mandiri.
Imbauan ini sejalan dengan prediksi BPBD Kabupaten Semarang yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung di bawah normal, dengan curah hujan lebih rendah dari tahun sebelumnya.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Bumi Serasi, Guswakhid Hidayat, mengatakan langkah antisipasi perlu terlaksana sejak dini oleh masyarakat.
“Meski layanan air mengalir 24 jam, potensi gangguan distribusi tetap bisa terjadi karena faktor teknis,” ujarnya di Ungaran, Jumat, 14 April 2026.
Ia menjelaskan, gangguan distribusi dapat terjadi akibat kerusakan mesin atau kendala teknis lainnya. Jika hal itu terjadi, petugas akan melakukan dropping air bersih ke wilayah terdampak selama proses perbaikan berlangsung.
BACA JUGA: Antisipasi Kemarau Ekstrem, Damkar Semarang: Kebakaran Ilalang Jadi Ancaman Besar
Karena itu, masyarakat di sarankan menggunakan tandon air sebagai cadangan, dari menampung air dalam wadah kecil seperti ember.
“Selain kapasitasnya lebih besar, penggunaan tandon juga memudahkan distribusi bantuan air bersih,” jelasnya.
Di sisi lain, sejumlah sumber mata air yang perusahaan daerah tersebut kelola mulai mengalami penurunan debit seiring masuknya awal musim kemarau. Salah satunya berada di wilayah lereng Gunung Merbabu, tepatnya di Kecamatan Getasan.
Namun demikian, penurunan debit tersebut terpastikan belum berdampak pada pendistribusian air ke pelanggan.
Saat ini, sekitar 90 persen pelanggan telah menikmati layanan air bersih selama 24 jam. Sementara sisanya masih menerima layanan sekitar 22 jam per hari.
BACA JUGA: Kemarau Basah, Petani Tembakau Blora Terpaksa Tanam Ulang Hingga Tiga Kali
Adapun di wilayah Kecamatan Bancak dan Bringin, layanan air bersih dari perusahaan daerah ini belum tersedia, sehingga masyarakat masih mengandalkan sumber air alternatif.
“Dengan kesiapan dari masyarakat, kami berharap potensi dampak kekeringan bisa di minimalkan,” tandas Guswakhid. (*)
Editor: Farah Nazila
Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.
Gabung Channel WhatsApp





