“Sehingga masih perlu gerakan pengendalian hama tikus yang lebih besar dan serempak. Hal ini agar pengendalian hama tikus tersebut dapat berlangsung dengan maksimal,” tegasnya.
Lurah Tingkir Tengah, Titin Eka Novia menambahkan, para petani di lingkungan Kelurahan Tingkir Tengah sudah mengalami dua kali gagal panen akibat serangan hama tikus.
Oleh karena itu, gerakan pengendalian yang terlaksana kali ini juga melibatkan berbagai pihak. Bukan hanya para petani anggota kelompok namun juga melibatkan elemen lain.
Termasuk dinas terkait hingga di tingkat provinsi yang mendukung baik dari teknik membasmi maupun peralatan pendukung gropyokan, seperti alat pengasapan dan lainnya.
Karena lahan tanaman padi yang terserang hama tikus di Tingkir Tengah ini merupakan lahan sawah lestari yang memang harus terlindungi agar tetap produktif dan lestari.
BACA JUGA: Dampak Hama Tikus, Pemdes Banyubiru Semarang Minta Keringanan Pembayaran PBB
Bahkan bila perlu juga akan berkoordinasi dengan daerah lain. “Karena wilayah Tingkir Tengah ini kebetulan juga berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Semarang,” tambah Titin.
Hal ini diamini Camat Tingkir, Nyoto Dwi Sabdo menyampaikan, kegiatan gropyokan tikus kaki ini melibatkan anggota kelompok tani, TNI/Polri hingga BPBD Kota Salatiga.
Gerakan pengendalian hama tikus di wilayah Kecamatan Tingkir mulai dari lahan pertanian sawah di Tingkir Tengah. Kemudian akan berlanjut ke Tingkir Lor, Kalibening serta Sidorejo Kidul.
Rencananya juga akan ada pemberlakuan komunikasi dan koordinasi dengan beberapa desa yang ada di wilayah Kabupaten Semarang. “Karena memang wilayah kami berbatasan,” katanya. (*)
Editor: Farah Nazila





