Jateng

Dampak Hama Tikus, Pemdes Banyubiru Semarang Minta Keringanan Pembayaran PBB

×

Dampak Hama Tikus, Pemdes Banyubiru Semarang Minta Keringanan Pembayaran PBB

Sebarkan artikel ini
kades banyubiru hama tikus
Kades Banyubiru, Sri Anggoro. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menyusul dampak serangan hama tikus pada lahan padi petani, Pemerintah Desa (Pemdes) Banyubiru, secara resmi mengajukan permohonan keringanan pembayaran PBB tahun 2025.

Ihwal permohonan ini terungkap dalam surat elektronik (surel) Pemdes Banyubiru. Surel tersebut di tandatangani Kepala Desa (Kades) Banyubiru, Sri Anggoro Siswaji tertanggal 6 Maret 2015 lalu.

Dalam surat bernomor : 970/ 058 yang di tujukan kepada Bupati Semarang (cq) Kepala Badan Keuangan Daerah (BKUD) nomor : 970/ 058 terungkap serangan hama tikus di Kecamatan Banyubiru semakin sulit di kendalikan.

“Setidaknya delapan blok lahan persawahan di Desa Banyubiru, sejauh ini, telah terdampak kerusakan oleh hama tikus. Dan genangan air hingga dapat dipastikan puso dan tidak dapat di panen,” kata Kades Banyubiru, Selasa 15 April 2025.

BACA JUGA: Panen Berlimpah dan Bebas Hama, Ketua DPRD Jateng Sumanto Dorong Pengembangan Mina Padi di Karanganyar

Kedelapan blok tersebut, jelasnya, meliputi lahan pertanian blok 1, blok 9, blok 10, blok 12, blok 13 serta blok 14 . Selain itu juga akibat genangan di sawah blok 3 dan blok 5 lingkungan Cerbonan.

Dalam suratnya, Kades Banyubiru juga menjelaskan, upaya mandiri penanganan hama tikus telah di lakukan dengan umpan maupun gropyokan massal.

Sementara untuk menanggulangi genangan, juga telah terlaksana langkah-langkah pembersihan sampah dan gulma enceng gondok pada saluran irigasi yang di koordinasikan masing- masing kelompok tani.

BACA JUGA:Hama Tikus Serang  Desa Banyubiru, Puluhan Hektare Padi Rusak

Untuk itu, Pemdes Banyubiru mengajukan permohonan keringanan pembayaran PBB tahun 2025. Adapun permohonan itu bagi para petani terdampak di blok 1, blok 3, blok 5, blok 9, blol 10, blok 12, blok 13 dan blok 14.

“Adapun jumlah wajib pajak (WP) dari seluruh blok yang terdampak di Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru ini total mencapai 1.105 WP,” jelas Sri Anggoro. (*)

Editor: Farah Nazila