SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan langkah untuk menahan anjloknya harga ayam dan telur di tingkat peternak. Salah satunya dengan mendorong seluruh dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan ayam dan telur hasil produksi lokal di masing-masing daerah.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan kebijakan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi yang ԁipimpin Wakil Gubernur Jawa Tengah sebagai upaya menjaga stabilitas harga komoditas peternakan.
“Kami sudah rapat di bawah kendali Pak Wagub bahwa harga ayam ini kita lakukan penetrasi,” ujar Luthfi saat beritajateng.tv jumpai di Gedung Berlian, Kota Semarang, Kamis, 2 Juli 2026.
Pemprov Jawa Tengah akan mendorong agar menu ayam dan telur masuk dalam jadwal konsumsi rutin program MBG setiap pekan.
“Contoh, di tempat kita, kita sarankan kepada MBG bahwa setiap minggu ada menu ayam dan telur yang ԁihasilkan dari produk lokal,” katanya.
Tak hanya itu, kata Luthfi, pihaknya juga meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota mendata kebutuhan ayam maupun telur untuk setiap dapur MBG agar penyerapan hasil peternak dapat berjalan lebih optimal.
“Seluruh kabupaten/kota harus mencatat kebutuhan MBG terkait ayam itu berapa, kebutuhan telur berapa. Diambilkan telur dan ayam di daerah setempat,” terangnya.
Luthfi mengatakan, data tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Satuan Tugas (Satgas) MBG tingkat kabupaten/kota maupun provinsi untuk ԁiusulkan kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari pengendalian harga.
“Sehingga satgas MBG kabupaten/kota, satgas MBG provinsi, nanti kita usulkan ke pusat sebagai pengendali. Nah, itu di antaranya salah satu untuk melakukan penetrasi supaya harga kita tidak turun,” imbuh Luthfi.





