UNGARAN, beritajateng.tv – Siap-siap harga cabai berpotensi naik kembali, menyusul berkurangnya pasokan akibat terganggunya produksi di tingkat petani.
Faktor cuaca yang cenderung ekstrem dan tidak bisa diprediksi menjadi penyebab peluang harga cabai naik kembali.
Antoni Cahyono (46), petani di Dusun Geblog, Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan mengungkapkan, saat ini pasokan cabai dari petani sedang terganggu.
Dampak cuaca buruk yang terjadi sejak akhir Januari 2025 hingga beberapa hari ini, mengakibatkan produktivitas cabai di tingkat petani mengalami penurunan.
BACA JUGA: Cuaca Buruk di Bandungan, Petani Pasrah Akibat Tanaman Cabai Layu dan Membusuk
Di Kecamatan Bandungan, tingginya curah hujan dan angin kencang mengakibatkan sebagian besar tanaman cabai roboh dan hasil panen petani kurang maksimal.
“Dengan kondisi ini, bisa saja harga cabai naik, karena memang pasokan dari petani berkurang,” ungkapnya, Sabtu 8 Februari 2025.
Saat ini, harga komoditas cabai jenis rawit merah di tingkat petani mencapai Rp47.500 hingga Rp50.000 per kilogram.
Kalau pasokan cabai dari petani Bandungan berkurang, dan stok cabai di pasaran terganggu bukan tidak mungkin harga komoditas cabai ini kembali naik.
BACA JUGA: Ban Meletus, Angkutan Umum Tabrak Pagar Warga di Ungaran, 3 Penumpang Luka-luka
Bahkan, bukan hanya komoditas cabai, sejumlah komoditas hortikultura yang lainnya juga akan mengalami kenaikan harga akibat terganggunya pasokan.
Hal tersebut karena dampak cuaca ekstrem, tidak hanya tanaman cabai yang mengalami kerusakan. Akan tetapi, beberapa jenis tanaman komoditas lainnya juga terdampak.
“Seperti buncis, kacang panjang, terong, mentimun. Termasuk tanaman buah alpukat pun juga terdampak angin kencang kemarin,” tegasnya. (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





