Jateng

Harga Daging Sapi di Jateng Naik Pasca PMK, Populasi Menurun meski Stok Masih Surplus

×

Harga Daging Sapi di Jateng Naik Pasca PMK, Populasi Menurun meski Stok Masih Surplus

Sebarkan artikel ini
daging sapi
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, saat dijumpai di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Namun demikian, Tavares mengatakan penurunan stok sapi siap potong terjadi di sejumlah daerah sentra perdagangan ternak, seperti Boyolali dan Wonogiri, yang selama ini menjadi pemasok sapi ke sejumlah daerah konsumsi, termasuk Kota Semarang, Kota Salatiga, hingga Magelang.

“Kalau yang saya lihat dari sisi yang dipotong memang lebih sedikit, khususnya sapi,” ujarnya.

Cari Pasokan Daging Sapi hingga Jawa Timur

Untuk menjaga pasokan daging sapi di Jawa Tengah, Dinas Pertanian dan Peternakan telah melakukan sejumlah langkah jangka pendek.

Salah satunya menerima audiensi para pedagang daging sapi Kota Semarang sekaligus menghubungkan mereka dengan pelaku usaha sapi potong di Jawa Timur berdasarkan informasi dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, Dinas Pertanian dan Peternakan juga berkoordinasi dengan kabupaten sentra peternakan sapi di Jawa Tengah guna mengidentifikasi potensi stok sapi yang masih dapat didistribusikan ke daerah dengan kebutuhan konsumsi tinggi.

Langkah tersebut agar pendistribusian sapi potong tetap terjaga hingga populasi ternak kembali pulih.

MBG Justru Serap Ayam dan Telur, Bukan Daging Sapi

Di sisi lain, Tavares menegaskan kenaikan harga daging sapi tidak berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, dapur MBG justru lebih banyak menggunakan telur dan daging ayam sebagai sumber protein.

“Kalau MBG yang jelas menyerapnya telur sama daging ayam. Kalau sapi kan tidak. Jadi ada kontribusi MBG untuk menyerap telur sama daging ayam, tapi bukan satu-satunya,” jelasnya.

Ia mengatakan, produksi telur dan daging ayam di Jawa Tengah saat ini justru mengalami surplus sehingga pemerintah terus mencari berbagai cara untuk memperluas pasar.

“Kalau telur sama daging ayam kita over suplai. Posisi kita banyak. Jadi untuk menyerap itu kita kerja sama antardaerah. Kita justru kirim keluar provinsi, khususnya luar Jawa,” katanya.

Bahkan, lanjut Tavares, belum lama ini Jawa Tengah mengirim sekitar 9 ton komoditas peternakan ke Kalimantan Tengah guna meningkatkan penyerapan hasil produksi peternak.

Dorong MBG Serap Lebih Banyak Produk Peternak