Jateng

Harga Daging Sapi di Jateng Naik Pasca PMK, Populasi Menurun meski Stok Masih Surplus

×

Harga Daging Sapi di Jateng Naik Pasca PMK, Populasi Menurun meski Stok Masih Surplus

Sebarkan artikel ini
daging sapi
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, saat dijumpai di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Harga daging sapi di Jawa Tengah masih bertahan tinggi pasca Hari Raya Iduladha 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut kondisi tersebut terpicu menurunnya populasi sapi potong akibat dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat menyerang ternak beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares mengatakan penurunan populasi sapi membuat pasokan daging di pasaran ikut berkurang sehingga harga masih cenderung tinggi. Hal itu ia sampaikan saat beritajateng.tv jumpai Senin, 13 Juli 2026.

“Iya, jadi harga daging naik itu karena memang populasinya kita untuk ruminansia (hewan pemamah biak), terutama sapi, menurun. Kemarin ada serangan penyakit mulut dan kuku sehingga populasinya sedikit, jadi memang suplainya juga tidak banyak,” ujar Tavares.

Tavares menuturkan, kebutuhan pemotongan sapi sempat meningkat saat Iduladha. Namun setelah itu jumlah sapi yang dipotong justru lebih sedikit dibanding biasanya.

“Nah, puncaknya hanya pada saat Iduladha kemarin. Setelah itu jumlah yang dipotong memang lebih sedikit,” katanya.

Potensi Stok Sapi Siap Potong Turun di Daerah Sentra Ternak

Meski harga daging sapi meningkat, Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah mencatat secara neraca daerah ketersediaan daging sebenarnya masih berada di atas kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah yang beritajateng.tv terima Selasa, 14 Juli 2026, pada Juni 2026 ketersediaan daging sapi dan kerbau mencapai 10.241 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat sekitar 6.881 ton. Dengan demikian, Jawa Tengah masih mencatat surplus sekitar 3.360 ton.

Sementara itu, potensi stok sapi potong yang siap dipasarkan pada Triwulan II Tahun 2026 tercatat sebanyak 752.575 ekor dari total populasi sapi potong sebanyak 2.820.557 ekor.

BACA JUGA: Tak Mau Rugi, Ratusan Penjual Daging Sapi di Salatiga Mogok Lima Hari

Potensi stok tersebut terdiri atas sapi jantan dewasa, 50 persen sapi jantan muda, serta sapi betina afkir yang siap dipasarkan.