Jateng

Harga Daging Sapi di Jateng Naik Pasca PMK, Populasi Menurun meski Stok Masih Surplus

×

Harga Daging Sapi di Jateng Naik Pasca PMK, Populasi Menurun meski Stok Masih Surplus

Sebarkan artikel ini
daging sapi
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, saat dijumpai di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Lebih lanjut, Tavares mengatakan pemerintah bersama Badan Gizi Nasional telah menyepakati pola penyerapan komoditas peternakan lokal melalui dapur MBG.

Dalam skema tersebut, menu MBG diarahkan menggunakan daging ayam selama dua hari, ikan satu hari, serta telur dengan harga yang telah disepakati bersama.

“Yang jelas pelaksanaan daripada kesepakatan itu dua hari mengambil daging ayam, satu hari ikan. Kemudian harga telur sekitar Rp28 ribu. Untuk ayam hidup di tingkat peternak setara sekitar Rp20 ribu,” terang Tavares.

BACA JUGA: Ide Masakan lezat dengan Olahan Daging Sapi, Cocok Jadi Menu Utama saat Idul Adha 

Pihaknya berharap pola penyerapan tersebut mampu meningkatkan permintaan hasil peternak sehingga harga di tingkat produsen tidak kembali jatuh.

“Harapannya bisa menyerap lebih banyak sehingga harga di tingkat peternak tidak terlalu jatuh. Paling tidak mereka bisa mencapai break even point sesuai harga pokok produksinya, sehingga tidak merugi,” pungkas Tavares. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp