Jateng

Harga Naik Semakin Tinggi, Ketua DPRD Jateng Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Rumah

×

Harga Naik Semakin Tinggi, Ketua DPRD Jateng Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Rumah

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Jateng Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto dalam Podcast Parlemen di kanal YouTube beritajatengtv channel. (Youtube beritajatengtv channel)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua DPRD Jateng Sumanto menyoroti kenaikan harga cabai yang terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru. Meski cabai bukan kebutuhan primer untuk masyarakat konsumsi, kenaikan harganya menjadi salah satu indikator inflasi.

Harga cabai pada sejumlah daerah di Jateng saat ini naik cukup tinggi menjelang akhir tahun. Bahkan harga cabai ada yang mencapai lebih dari Rp 100 ribu per kilogram. Sumanto mengatakan, masyarakat Indonesia banyak yang suka dengan masakan bercitarasa pedas sehingga permintaan cabai tetap tinggi. Hal tersebut membuat meski harganya naik, cabai tetap dicari.

BACA JUGA: Harga Cabai Masih Terkendali Meskipun Naik, Dishanpan Semarang Dorong Masyarakat Optimalkan Urban Farming

“Cabai memang bukan kebutuhan primer, tapi orang terlanjur banyak yang suka makan pedas. Meski harganya naik tetap dibeli. Naiknya harga cabai cukup berpengaruh dan menjadi indikator inflasi,” katanya, Sabtu 9 Desember 2023.

Guna mengurangi ketergantungan terhadap cabai di pasaran, lanjutnya, masyarakat bisa menanam cabai sendiri di rumah. Cara tersebut ia anggap cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sumanto menambahkan, DPRD Jateng akan terus memantau kenaikan harga komoditas pokok. Selain itu, pihaknya juga rutin berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan.

“Saat ini setidaknya ada sejumlah komoditas yang mengalami gejolak harga. Yaitu beras, cabai, dan gula. Ini perlu intervensi agar harganya stabil kembali,” paparnya.

Antisipasi adanya penimbunan

Ia juga minta pihak terkait menindak tegas jika ada pihak-pihak yang melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok sehingga menyebabkan harga-harga naik.

Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya seperti Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru ini sudah menjadi siklus tahunan. Hal itu karena tingginya permintaan akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat, sementara ketersediaan stok bahan pangan tak mencukupi.