BACA JUGA: Harga BBM Pertamina Resmi Naik Mulai Hari Ini, Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter
Ia menduga bertambahnya antrean terjadi karena sebagian pengguna Pertamax beralih ke Pertalite untuk menekan pengeluaran.
“Karena pengguna Pertamax yang lain kan sebagian pasti beralih ke Pertalite juga, jadi yang pakai Pertalite tambah banyak,” ujarnya.
Selain itu, Sasa mengaku khawatir jika lonjakan pengguna Pertalite berujung pada kelangkaan atau bahkan kenaikan harga BBM subsidi tersebut.
“Oh iya takut sih. Kalau misal tiba-tiba ikut langka terus nanti Pertalite-nya juga ikut naik, saya sebagai mahasiswa juga terasa terbebani kalau harganya naik,” pungkasnya.
Pertamina Pastikan Kenaikan Harga Tidak Ganggu Stok BBM
Sementara Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green tidak mengganggu ketersediaan pasokan BBM di Jawa Tengah.
Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan mengatakan stok BBM di Jawa Tengah dan DIY dalam kondisi aman meski terjadi penyesuaian harga.
“Tercatat hingga Juni 2026, konsumsi Pertalite masih mencapai 73,3 persen, sedangkan Pertamax sekitar 25,9 persen. Sementara produk nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo dan Pertamax Green hanya sekitar 0,9 persen,” jelasnya.
Menurutnya konsumsi BBM di wilayah Jawa Tengah masih ԁidominasi produk subsidi dan penugasan yang tidak mengalami perubahan harga. Karena itu, dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi ԁinilai relatif terbatas terhadap konsumsi masyarakat secara umum.
“Sehingga dampaknya terhadap masyarakat secara luas relatif terbatas. Kami pastikan stok BBM di Jawa Tengah dan DIY masih sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




