Jateng

Harga Pertamax Naik, Pengguna Keluhkan Biaya Makin Mahal, Antrean Pertalite Makin Panjang

×

Harga Pertamax Naik, Pengguna Keluhkan Biaya Makin Mahal, Antrean Pertalite Makin Panjang

Sebarkan artikel ini
Harga Pertamax
Suasana antrean panjang pengguna kendaraan bermotor yang hendak isi bahan bakar di SPBU Ahmad Yani Kota Semarang, Kamis, 11 Juni 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai ԁirasakan masyarakat. Harga Pertamax (RON 92) naik dari sebelumnya Rp12.300/liter menjadi Rp16.250/liter.

Selain Pertamax, harga Pertamax Green 95 (RON 95) juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Sementara harga BBM bersubsidi tetap. Harga Pertalite Rp10.000/liter dan Biosolar Rp6.800/liter.

Pantaun beritajateng.tv di SPBU Jalan Ahmad Yani pada Kamis, 11 Juni 2026 sekitar pukul 16.30 WIB, terlihat antrean panjang kendaraan baik motor maupun mobil yang henda mengisi bahan bakar. Antrean panjang ԁidominasi oleh kendaraan yang mengisi Pertalite, sedangkan untuk Pertamax tampak lengang.

Sejumlah pengguna mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk kebutuhan transportasi. Meski kenaikan harga ԁinilai memeberatkan, Ana (24), seorang pekerja tetap memilih menggunakan Pertamax karena sudah terbiasa sejak pertama kali membeli kendaraan.

“Ini terasa ya, Kak. Soalnya kan dari Pertalite dan Pertamax aja harganya udah beda. Apalagi ini Pertamax [harganya] naik lagi, ya masalah, sih,” ujarnya.

BACA JUGA: 5 Dampak Kenaikan Harga Pertamax, Salah Satunya Berisiko Picu Kerusakan Mesin Kendaraan

“Aku biasanya pakai Pertamax. Kalau pakai Pertalite itu kayak ngerasa kurang aja. Soalnya dari awal beli motor udah pakai Pertamax,” lanjutnya.

Menurut Ana, kebutuhan biaya untuk mengisi BBM mengalami kenaikan signifikan. Jika sebelumnya ia cukup mengeluarkan sekitar Rp50.000 per pekan, kini harus merogoh kocek lebih dalam.

“Aku sudah budgeting setiap minggu, biasanya Rp50.000 untuk isi BBM. Sekarang harganya naik ya jadi Rp70.000-Rp80.000. Ambil dari uang jajan sih, jadi ԁikurangin gitu [jajannya],” jelasnya.

Ia berharap pemerintah mempertimbangkan kondisi masyarakat ketika mengambil kebijakan terkait harga BBM.

“Ya kalau naik jangan terlalu melonjak. Soalnya kita kan yang masyarakat pas-pasan terasa banget,” ungkapnya.

Harga Pertamax Melonjak, Pilih Beralih ke Pertalite Demi Hemat Pengeluaran