BACA JUGA: Harga Jus di Semarang Naik Imbas Cup Plastik Mahal, Pembeli Mulai Bawa Tumbler Sendiri
Sebelumnya ԁiberitakan, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S Lukman, menyatakan, lonjakan harga plastik mulai mendorong kenaikan harga produk makanan dan minuman (mamin) di pasar.
Menurutnya, kondisi ini tidak terlepas dari tingginya ketergantungan industri mamin terhadap kemasan plastik, di tengah pasokan bahan baku yang kian terbatas.
“Ini memang situasi yang cukup rumit di industri, khususnya makanan dan minuman. Hampir semua pakai plastik, dan kita juga kesulitan mendapat [bahan baku] dari pemasok,” ujar Adhi usai menghadiri Rapat Koordinator soal Investigasi Dagang AS di Jakarta, Senin, 13 April 2026.
Ia menambahkan, persoalan tidak hanya pada lonjakan harga, tetapi juga terbatasnya ketersediaan bahan baku plastik. Sejumlah pemasok bahkan telah memberi sinyal potensi kekosongan stok dalam waktu dekat.
“Beberapa sudah menyatakan kehabisan bahan baku untuk kemasan. Dari pemasok ada yang bilang terakhir Mei atau Juni sudah habis. Ini yang harus ԁicarikan solusinya,” kata Adhi. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





