SEMARANG, beritajateng.tv – Menjelang mulainya tahun ajaran baru 2026/2027, permintaan seragam sekolah di Pasar Johar Semarang mengalami peningkatan. Di tengah ramainya pembeli, pedagang mengaku harga seragam tahun ini ikut mengalami kenaikan sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000 per ukuran sejak Juni 2026.
Salah satu karyawan toko seragam di Pasar Johar Basement, Shafa Elvetta, mengatakan suasana ramai sudah mulai terasa sejak dua pekan terakhir. Mayoritas pembeli merupakan orang tua yang mempersiapkan kebutuhan sekolah anak, terutama siswa Sekolah Dasar (SD).
“Ramainya sudah sejak dua minggu yang lalu. Yang mencari seragam dari SD, SMP sampai SMA, tetapi yang paling banyak memang anak SD,” ujarnya saat beritajateng.tv temui di lapak Pusat Seragam Sekolag Bang Amat Pasar Johar Basement pada Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut Shafa, kenaikan harga ԁipicu meningkatnya biaya produksi, mulai dari harga kain hingga ongkos konveksi.
“Ada kenaikan harga seragam tahun ini. Karena harga kain naik dan biaya konveksi juga naik, jadi harga seragam ikut menyesuaikan,” katanya.
Ia menjelaskan, kenaikan harga berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 untuk setiap ukuran. “Setiap size naik sekitar Rp2.000 sampai Rp3.000. Kenaikan ini mulai berlaku sejak Juni,” jelasnya.
BACA JUGA: Sekda Kabupaten Semarang Ingatkan SD-SMP Negeri Tak Boleh Jual Seragam Sekolah, Minta Uang Dikembalikan
Untuk seragam atasan lengan pendek ukuran kecil, harga kini ԁibanderol mulai sekitar Rp73.000, sedangkan lengan panjang sekitar Rp76.000. Sementara ukuran terbesar mencapai sekitar Rp109.000 untuk lengan pendek dan Rp122.000 untuk lengan panjang.
Selain bahan katun yang menjadi produk standar, toko tersebut juga menyediakan seragam berbahan Oxford yang lebih tebal dan tidak mudah menerawang. Selisih harganya sekitar Rp10.000 ԁibanding bahan katun biasa, tergantung ukuran.
Meski harga naik, Shafa menyebut penjualan justru meningkat signifikan ԁibanding periode yang sama tahun lalu.
“Penjualannya makin ramai. Dibanding tahun lalu peningkatannya sekitar 85 persen. Minggu kedua dan ketiga menjelang masuk sekolah paling ramai, terutama hari Jumat, Sabtu, dan Minggu,” ungkapnya.
Produk yang paling banyak ԁicari pembeli adalah seragam atasan putih lengan panjang dan bawahan sekolah, termasuk model berbahan Oxford.
Salah seorang pembeli, Fitri (43), mengaku tetap membeli seragam untuk anaknya yang akan masuk kelas X di SMK Negeri 4 Semarang.
BACA JUGA: Jelang SPMB 2026, Ombudsman Jateng Ingatkan soal Sumbangan dan Larangan Jual Beli Seragam
Ia membeli dua stel seragam, yakni putih abu-abu dan pramuka dengan total harga sekitar Rp492.000. “Anak saya baru masuk SMK. Saya beli sekarang saja daripada nanti sama saja ramainya,” katanya.
Fitri mengaku sudah memperkirakan harga seragam akan mengalami kenaikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, menurutnya hal tersebut sudah menjadi konsekuensi setiap memasuki tahun ajaran baru.
“Pasti setiap tahun ada kenaikan. Mau beli di mana pun hampir sama harganya,” ujarnya.
Ia juga menilai harga seragam di Pasar Johar tidak jauh berbeda dengan pasar lainnya sehingga tetap memilih berbelanja di lokasi tersebut. Sementara untuk atribut sekolah seperti dasi dan perlengkapan tertentu, menurutnya akan ԁisediakan langsung oleh pihak sekolah.
Dengan masih tersisa beberapa hari sebelum hari pertama masuk sekolah, pedagang memperkirakan lonjakan pembeli akan terus terjadi hingga akhir pekan, seiring orang tua yang melengkapi kebutuhan sekolah anak-anak mereka. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





