Jateng

Hari Ini Diprediksi Puncak Arus Mudik 2026, Begini Antisipasi Skenario One Way Lokal di Jateng

×

Hari Ini Diprediksi Puncak Arus Mudik 2026, Begini Antisipasi Skenario One Way Lokal di Jateng

Sebarkan artikel ini
One way Semarang
One way lokal diberlakukan di ruas jalan tol Semarang-Solo wilayah Kabupaten Semarang, Jumat, 28 Maret 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah kini tengah mematangkan skenario rekayasa jalur guna menyambut gelombang kendaraan yang kian masif menjelang puncak arus mudik 2026.

Kepolisian memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada hari ini, Rabu, 18 Maret 2026. Fokus pengamanan utama berada pada jalur bebas hambatan mulai dari Tol Jakarta-Cikampek KM 70 hingga ruas Tol Semarang-Solo KM 421.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol M. Pratama Adhyasastra, menegaskan kesiapan jajarannya dalam melakukan diskresi kepolisian jika terjadi kemacetan ekstrem.

BACA JUGA: Estimasi Total Tarif Tol dari Jakarta ke Semarang, Solo, Jogja 2026: Siapkan Saldo E-Toll Rp600 Ribuan

Petugas akan menerapkan sistem One Way Lokal untuk menarik arus kendaraan dari wilayah Semarang menuju arah Bawen. Langkah ini bertujuan mengurai antrean panjang yang berpotensi mengunci pergerakan roda transportasi pada gerbang tol utama.

“Skema ini kami siapkan untuk menarik arus kendaraan dari Semarang hingga ke arah Bawen guna mengurai antrean,” jelas Pratama, beberapa waktu yang lalu.

Ia menyebut setiap personel harus sigap dalam merespons dinamika lapangan yang berubah sangat cepat. Pelaksanaan kegiatan satu arah tersebut nantinya akan menunggu instruksi langsung dari pusat komando Direktorat Lalu Lintas.

Skenario Antisipasi Kepadatan Puncak Arus Mudik 2026

Sementara itu, pihak kepolisian membagi kategori penanganan berdasarkan jumlah volume kendaraan atau traffic per jam yang melintas pada gerbang tol.

Jika situasi normal dengan jumlah kendaraan di bawah 2.000 unit per jam, maka operasional tol akan berjalan seperti biasa. Namun, jika angka menyentuh 3.000 kendaraan per jam, petugas akan mengaktifkan tujuh gardu satelit tambahan serta meningkatkan intensitas patroli.

Kondisi darurat ditetapkan apabila jumlah lalu lintas melebihi angka 3.000 kendaraan selama tiga jam berturut-turut dengan kecepatan di bawah 20 km/jam.

BACA JUGA: Mudik Lebaran 2026 dari Jakarta Naik Mobil? Ini Rute Tercepat dan Alternatif Menuju Jawa Tengah

Pada fase itu, skema One Way Lokal mulai berlaku dari KM 422 hingga KM 442 wilayah Bawen sebagai upaya pendobrak kemacetan.

PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) mencatat adanya peningkatan transaksi pada gerbang tol Kalikangkung yang sudah mencapai 45,58 persen di atas normal.

Direktur Utama PT JSB, Nasrullah, memproyeksikan sebanyak 68.900 kendaraan akan mengalir menuju arah Semarang saat puncak Arus Mudik 2026 tiba. Sementara arus balik diprediksi mencapai puncaknya pada 24 Maret 2026 dengan estimasi 73.900 unit kendaraan. (*)