Jateng

Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Terus Berkurang

×

Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Terus Berkurang

Sebarkan artikel ini
ahmad luthfi
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi (tengah). (Pemprov Jateng)

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menjelaskan realisasi semester I 2026 berasal dari penanaman modal pada triwulan I (Januari–Maret) sebesar Rp23,02 triliun dan triwulan II (April–Juni) sebesar Rp25,53 triliun. Menurutnya, realisasi pada triwulan II meningkat 10,88 persen daripada triwulan sebelumnya.

“Alhamdulillah, di tengah kondisi geopolitik yang tidak baik-baik saja, Jawa Tengah tetap bertambah dan bertumbuh 10,88 persen dari triwulan pertama,” ujarnya Rabu, 29 Juli 2026.

Kinerja Investasi Semester I 2026

Ia mengatakan, kinerja investasi pada semester I 2026 didukung penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp25,92 triliun atau 53,40 persen dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp22,62 triliun atau 46,60 persen.

Guna menggalakkan investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mendorong daerah-daerah untuk mengembangkan kawasan industri. Langkah tersebut dilakukan guna mendukung ketersediaan infrastruktur dan memberikan kemudahan bagi investor yang menanamkan modal di kawasan yang telah diperuntukkan sebagai kawasan industri.

Capaian realisasi investasi: Semester I 2026. (Dok.)
Capaian realisasi investasi: Semester I 2026. (Dok.)

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, dalam membangun Jawa Tengah memang ia tidak bisa berkerja sendiri. Akan tetapi, butuh adanya kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Maka kita punya semangat collaborative goverment (pemerintahan kolaboratif), karena kita tidak bisa sendiri-sendiri,” ucap beberapa waktu lalu.

realisasi investasi semester 1
5 besar sektor realisasi investasi semester I 2026. (Pemprov Jateng)

Ia menegaskan, kolaborasi dengan seluruh pihak menjadi hal yang sangat penting. Salah satunya dengan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

“Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super team dalam rangka melakukan pembangunan di wilayah kita. Provinsi (Jateng) dengan 35 kabupaten/kota dan segala aspek yang ada, (maka) collaborative government (pemerintahan kolaboratif) harus kita ciptakan,” ucap Luthfi.

BACA JUGA: Viral Sensus Ekonomi 2026 Tanya Jumlah Emas hingga AC, BPS Jateng: Buat Ukur Kesejahteraan, Bukan Pajak