SEMARANG, beritajateng.tv – Suasana pagi di kawasan Gombel, Kota Semarang, tampak berbeda dari biasanya, Senin, 20 April 2026. Rekayasa lalu lintas mulai berjalan dengan memberlakukan jalur baru dua arah, menyusul penutupan Jalan Gombel lama yang tengah dalam perbaikan.
Dalam skema terbaru, jalur Gombel Baru kini berfungsi dua lajur untuk arus kendaraan yang melaju turun. Kebijakan ini sebagai bagian dari penanganan infrastruktur oleh BPJN Jateng-DIY.
Sejak pukul 07.00 WIB, arus kendaraan sudah menunjukkan peningkatan signifikan. Volume lalu lintas yang tinggi pada jam berangkat kerja membuat kawasan tersebut dipadati kendaraan, meski masih tergolong bergerak.
Kepadatan semakin terasa menjelang penutupan jalur lama sekitar pukul 09.00 WIB. Pengendara tampak menyesuaikan diri dengan pola lalu lintas baru yang masih dalam tahap awal penerapan.
Agus, salah satu pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut, menilai perbaikan jalan memang penting.
Namun ia mengingatkan perlunya pengawasan yang lebih optimal demi keselamatan pengguna jalan.
“Perbaikan jalan memang perlu, tapi harus di imbangi dengan rambu-rambu yang jelas dan petugas di lapangan. Ini jalurnya menurun dan cukup berbahaya,” kata Agus.
BACA JUGA: Populasi Ikan Sapu-sapu di Sungai Semarang Ancam Ekosistem, Warga Minta Penanganan Serius
Warga asal Bandungan itu mengaku biasa melintas di kawasan Gombel sekitar pukul 07.00 WIB menuju Simpang Lima. Ia menilai kondisi lalu lintas hari pertama rekayasa justru belum terlalu padat dari hari-hari sebelumnya.
“Biasanya malah lebih ramai, bahkan bisa macet. Ini masih relatif lancar, tapi saya lihat petugasnya masih kurang,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan petugas sangat penting, terutama pada jam sibuk. Ia menyoroti banyaknya pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi di jalur menurun, yang berpotensi memicu kecelakaan.
“Kalau pagi hari banyak yang ngebut karena mengejar waktu kerja. Itu cukup berbahaya kalau tidak ada yang mengatur,” tambahnya.




