Jateng

Harta dan Deretan Kontroversi Etik Suryani, Bupati Sukoharjo yang Terjaring OTT KPK

×

Harta dan Deretan Kontroversi Etik Suryani, Bupati Sukoharjo yang Terjaring OTT KPK

Sebarkan artikel ini
Bupati Sukoharjo Etik Suryani. (Wikipedia)
Bupati Sukoharjo Etik Suryani. (Wikipedia)

SEMARANG, beritajateng.tv – Nama Etik Suryani menjadi sorotan nasional setelah Bupati Sukoharjo tersebut terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis, 9 Juli 2026.

Etik diduga terlibat dalam kasus pemerasan terhadap perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Kasus ini menjadi ujian terbesar dalam perjalanan politiknya sebagai kepala daerah.

Selain kasus yang kini ditangani KPK, Etik Suryani juga beberapa kali menjadi sorotan publik karena sejumlah kontroversi yang mengiringi karier politiknya.

Profil Etik Suryani

Etik Suryani lahir di Surakarta pada 15 Maret 1963. Ia mengenyam pendidikan dasar hingga menengah di Solo dan Sukoharjo sebelum melanjutkan studi ke Universitas Surakarta untuk jenjang S-1 dan STIE AUB Surakarta untuk pendidikan magister (S-2).

Sebelum terjun ke dunia politik, Etik memiliki pengalaman panjang di sektor perbankan. Ia bekerja di Bank Bumi Arta Tbk Cabang Surakarta sejak 1983 hingga 2010.

BACA JUGA: Dolfie OFP Tegaskan PDIP Jateng Hormati Proses Hukum KPK Terkait Dugaan Korupsi di Sukoharjo

Namanya mulai dikenal luas ketika menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo saat mendampingi suaminya, Wardoyo Wijaya, yang menjadi Bupati Sukoharjo selama dua periode pada 2010–2021.

Popularitas tersebut kemudian mengantarkannya memenangkan Pilkada Sukoharjo. Etik resmi menjabat sebagai Bupati Sukoharjo periode 2021–2025 dan kembali terpilih pada periode berikutnya.

Harta Kekayaan Etik Suryani

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 27 Maret 2026, Etik Suryani memiliki total kekayaan sebesar Rp9.119.012.976 atau sekitar Rp9,1 miliar.

Rincian harta kekayaannya meliputi:

  • Tanah dan bangunan di Sukoharjo dan Wonogiri senilai Rp4.893.000.000
  • Dua unit Toyota minibus tahun 1977 dan 1980
  • Satu unit Toyota Vellfire tahun 2010
  • Harta bergerak senilai Rp475.000.000
  • Harta bergerak lainnya sebesar Rp2.778.000.000
  • Kas dan setara kas sebesar Rp973.012.976

Deretan Kontroversi Etik Suryani

1. Tudingan Meneruskan Politik Dinasti

Sejak maju pada Pilkada Sukoharjo 2020, Etik Suryani mendapat kritik karena dianggap melanjutkan kepemimpinan suaminya, Wardoyo Wijaya.

Sejumlah kalangan menilai pencalonannya memperkuat praktik politik dinasti di Kabupaten Sukoharjo.

2. Viral karena Pernyataan soal Jilbab

Pada masa kampanye Pilkada 2020, Etik sempat menjadi sorotan setelah potongan video pidatonya viral di media sosial.

Dalam video tersebut, pernyataannya mengenai penggunaan jilbab panjang menuai protes dari sebagian masyarakat hingga memunculkan tudingan penistaan agama.

Polemik tersebut akhirnya mereda setelah Etik mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sukoharjo untuk memberikan klarifikasi.

3. Terjaring OTT KPK

Kontroversi terbesar terjadi ketika tim penindakan KPK melakukan OTT terhadap Etik Suryani pada Kamis, 9 Juli 2026.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut Etik dugaan kuat melakukan praktik pemerasan terhadap perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Dalam operasi tersebut, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk enam koper berwarna hijau.

BACA JUGA: Polda Jateng Benarkan KPK Pinjam Ruang Polresta Surakarta untuk Periksa Bupati Sukoharjo

Hingga kini, Etik Suryani masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Publik masih menunggu penetapan status hukum terhadap Bupati Sukoharjo tersebut sesuai batas waktu yang ditentukan dalam proses hukum. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp