Jateng

Harunya Visualisasi Jalan Salib di GKRU Ungaran, Ratusan Jemaat Tak Kuasa Menahan Air Mata

×

Harunya Visualisasi Jalan Salib di GKRU Ungaran, Ratusan Jemaat Tak Kuasa Menahan Air Mata

Sebarkan artikel ini
Jalan Salib
Visualisasi Jalan Salib di GKRU, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat, 3 April 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv — Ratusan jemaat tampak larut dalam suasana haru saat mengikuti visualisasi Jalan Salib di Gereja Kristus Raja Ungaran (GKRU), Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat, 3 April 2026.

Sejumlah jemaat terlihat tertunduk dalam diam, bahkan tak sedikit yang menitikkan air mata saat menyaksikan adegan Yesus Kristus memikul salib di tengah siksaan prajurit Romawi.

Tangis dan ratap pilu para pengikut tidak menghentikan penderitaan Yesus dalam perjalanan menuju Golgota. Adegan tersebut menjadi salah satu bagian yang menyentuh dalam rangkaian visualisasi Jalan Salib.

Kegiatan yang merupakan bagian dari peringatan Paskah ini diikuti sekitar 350 jemaat Paroki Kristus Raja Ungaran.

BACA JUGA: Jadwal Misa Jumat Agung 2026 Semarang Lengkap, Hari Ini di Katedral dan Sejumlah Gereja Katolik

Wakil Ketua II Dewan Pastoral Paroki Harian GKRU, Romo Benedictus Adiatma Murti Wibowo, mengatakan visualisasi Jalan Salib memiliki makna mendalam bagi umat Kristiani.

Menurutnya, salib bukan sekadar simbol, melainkan tanda kemenangan dan wujud kasih Allah yang nyata dalam diri Yesus Kristus.

“Pengorbanan Yesus Kristus menjadi tanda bahwa Allah sungguh mengasihi umat manusia hingga batas akhir,” ujarnya.

Ia menambahkan, pesan yang ingin disampaikan melalui kegiatan ini adalah pentingnya kasih yang disertai pengorbanan.

BACA JUGA: Jelang Ibadah Paskah, Polres Semarang Perketat Pengamanan di Gereja, Kerahkan 377 Personel

“Kasih itu penuh pengorbanan dan luka. Momentum Paskah ini mengajak kita untuk tidak saling melukai, melainkan saling mengasihi demi terwujudnya kesejahteraan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, pemeran Yesus dalam visualisasi tersebut, Nicola Sindhu Ananta, menjelaskan bahwa adegan tersebut menggambarkan perjalanan Yesus saat memikul salib untuk menebus dosa umat manusia.

“Ini juga merupakan bagian dari penggenapan firman Allah, yang menunjukkan penderitaan dan kesengsaraan Yesus,” jelasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp