SEMARANG, beritajateng.tv – Kasus kecurangan minyak goreng bersubsidi Minyakita kembali mencuat. Pengamat politik Hersubeno Arief mengungkapkan bahwa praktik curang ini telah merugikan masyarakat luas.
Ia menyoroti minyak goreng Minyakita yang pihak tertentu jual di atas harga eceran tertinggi serta volume isinya tak sesuai angka yang tertera di kemasan.
“Ini jual Minyakita di atas HET Rp14.000, tetapi kenyataannya lebih mahal dan isinya pun tidak cukup 1 liter, hanya sekitar 750 hingga 800 ml,” ujar Hersubeno Arief dalam video di kanal YouTube-nya, Hersubeno Point, pada Minggu, 9 Maret 2025.
BACA JUGA: Kehebohan Kasus Pertamax Belum Reda, Kini Ada Minyakita Tak Sesuai Takaran
Selain itu, ia juga menyinggung bahwa kasus ini terjadi saat masyarakat sibuk beribadah di bulan suci Ramadan.
“Kita mencari pahala, tetapi ada pihak-pihak yang justru mencetak dosa dengan merugikan rakyat kecil,” katanya.
Hersubeno desak pemerintah tindak tegas perusahaan yang mencurangi Minyakita
Dalam video tersebut, Hersubeno menegaskan bahwa pemerintah harus bertindak tegas terhadap perusahaan yang terbukti melakukan kecurangan dalam distribusi Minyakita.
“Jika terbukti bersalah, PT Arta Eka Global Asia harus diproses dan ditutup agar ada efek jera bagi pelaku lainnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengkritik sikap Menteri Perdagangan yang awalnya membantah adanya kecurangan, dengan dalih bahwa video yang viral merupakan rekaman lama. Namun, Menteri Pertanian justru menemukan kasus serupa dalam inspeksi ke pasar.
BACA JUGA: Pastikan Harga Terkendali, Wamentan Sudaryono Tinjau Operasi Pasar Murah di Kantor Pos Johar
“Jadi masih mau bilang ini video lama? Kenyataannya praktik curang ini masih terjadi hingga sekarang,” sindirnya.
Hersubeno pun mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan tidak mudah percaya dengan pernyataan pejabat yang terkesan menutupi masalah.
“Jangan mau dibohongi, cek sendiri sebelum membeli. Ini bukan hanya tentang harga, tetapi tentang keadilan bagi rakyat,” tandasnya. (*)




