Gaya Hidup

Kenali Hemofilia, Kelainan dalam Pembekuan Darah

×

Kenali Hemofilia, Kelainan dalam Pembekuan Darah

Sebarkan artikel ini
hemofilia
Ilustrasi. Bahaya hemofilia hingga menyebabkan pembekuan darah. Sumber: freepik.

SEMARANG, beritajateng.tv – Hemofilia adalah suatu kelainan darah langka secara genetic dan menyebabkan gangguan pembekuan darah.

Menurut dr. Ariawan SpA, dokter spesialis anak RSUP Dr. Kariadi Semarang, hemofilia terjadi karena kurangnya faktor pembekuan darah. Pengidap kelainan darah langka ini memiliki tingkat pembekuan yang lebih rendah daripada orang normal.

“Ketika terjadi luka, baik benturan, khitan, pencabutan gigi, hingga tindakan operasi nanti pendaharannya sulit berhenti,” kata dr. Ariawan, Rabu (24/5/2023).

Lebih lanjut, dr. Ariawan menjelaskan bahwa hemofilia berkembang ketika antibodi menyerang faktor pembekuan. Oleh karena itu, kelainan darah langka ini tidak memandang ras, usia, maupun status ekonomi.

“Kalau tidak diketahui anak tersebut ternyata hemofilia, kadang sering terjadi pendaharan berulang kali, bisa menyebabkan kerusakan sendi,” lanjutnya.

Berbicara kasus hemofilia pada anak sering kali tidak terdeteksi cepat oleh orang tua. Ketika anak terlalu sering mengalami pendaharan yang berlebihan tak menutup kemungkinan bisa menyebabkan anak meninggal.

Sementara itu, terdapat tiga derajat kelainan darah langka yang berbeda tergantung pada tingkat keparahannya, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Namun, kelainan darah langka ini biasanya menyerang laki-laki semenjak lahir.

“Kalau misal didapat seseorang dengan pendarahan tidak berhenti, berjenis kelamin laki-laki, itu patut dicurigai pertama kali mengidap hemofilia, setelah itu membutuhkan segera pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Pengobatan Hemofilia

dr. Ariawan menjelaskan, hemofilia belum bisa sembuh secara 100%. Namun terdapat cara untuk menangani kelainan darah langka ini dengan terapi profilaksis, yaitu memberikan pengganti faktor pembekuan. Awalnya harus ada pemeriksaan sebelum pemberian faktor pembekuan tersebut. Hal tersebut karena penderita kelainan darah langka ini memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.

Ketika terjadi pendarahan terus menerus di orang-orang sekitar kita, dr. Ariawan menyarankan untuk melakukan penanganan dengan tenang dan jangan panik.

“Penanganannya, jangan diapa-apakan, jangan dipijat, dan jangan diurut, bisa diistirahatkan dengan dikompres dingin dan dibebat,” ujarnya.

Kelainan hemofilia yang terjadi berulang kali menyebabkan risiko terjadi kerusakan sendi. Terlebih, dr. Ariawan menjelaskan bahwa terapi pemberian pengganti faktor pembeku hanya bersifat on demand.

“Terapi sifatnya on demand, kalau ada pendarahan, kita berikan, kalau pendarahan berhenti ya selesai,” ujarnya.

Oleh karena itu, selain pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratium, pencegahan kelainan darah langka perlu mendapat pemeriksaan radiologi lebih lanjut (*).

Editor: Andi Naga Wulan.

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp