Jika siswa salah dalam mengikuti instruksi, mereka bersiap menerima tantangan yang harus mereka lakukan di hadapan teman-teman sekolahnya.
“Apabila ada siswa yang keliru dalam melakukan gerakan, maka kami minta maju untuk memainkan hulahop sebagai bentuk tantangan,” tutur Kepala SDN Tugurejo 02 Semarang.
Kegiatan membaca buku bersama menutup rangkaian acara yang berakhir pukul 09.00 WIB. Dengan konsep edukatif namun menyenangkan, SDN Tugurejo 02 Semarang menunjukkan bagaimana peringatan Hari Anak Nasional bisa menjadi momentum pembelajaran yang hidup. Bukan hanya dari guru ke murid, tetapi juga dari anak untuk anak. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





