SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, meminta dan mengharap para santri untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan di tengah masyarakat.
Menurutnya, santri punya peran dalam pendidikan keagamaan. Termasuk di dalamnya, mengambil bagian dalam menjawab kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitarnya.
“Untuk Hari Santri saya berharap bisa membantu pemerintah untuk menuju Indonesia Emas, siapkan generasinya,” kata Gus Yasin saat dijumpai di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 21 Oktober 2026.
BACA JUGA: Peringatan HSN 2026 di Jateng, Ahmad Luthfi Ajak Santri Besarkan Kontribusi pada Pembangunan Daerah
Dia bilang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) telah memberikan beasiswa kepada para santri. Program tersebut harapannya dapat mendorong santri untuk berkolaborasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Gus Yasin ingin para santri penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut. Selain itu untuk terlibat dalam kegiatan sosial, termasuk ketika menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
“Termasuk Jawa Tengah kemarin kita memberikan beasiswa kepada para santri. Harapannya mereka bisa kolaborasi, karena mereka juga akan melakukan KKN, ya bantulah apa yang dibutuhkan oleh masyarakat itu,” katanya.
BACA JUGA: Tak Cuma Nikah Gratis, 62 Pasangan ‘Mantu Santri’ Jateng Bawa Pulang Modal Usaha dan Paket Bulan Madu
DIa juga meminta para santri menyampaikan hasil pengamatan mereka selama berinteraksi dengan masyarakat. Terutama apabila menemukan kebutuhan yang memerlukan dukungan pemerintah.
“Setelah itu laporkan kepada kami supaya kami bisa membantu,” katanya.
Pemprov Jateng Miliki Kebijakan untuk Pesantren Lewat Pergub
Selain mendorong kontribusi santri, Gus Yasin menyebut Pemprov Jateng memiliki kebijakan terkait pesantren yang telah ada dalam peraturan gubernur (Pergub).
“Nah, kebijakannya sudah tertuang di dalam Pergub ya. Itu terkait pesantren karena itu undang-undang,” ucapnya.
Gus Yasin Ingatkan Perjuangan Resolusi Jihad
Dalam memaknai Hari Santri Nasional ini, Gus Yasin juga mengingatkan pentingnya memahami sejarah perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.





