“Jadi kita tidak boleh baper sebagai pejabat publik untuk menerima kritik, asalkan itu konstruktif. Ora karena kalah, ngritike kencang, ya itu ora oleh (bukan karena kalah lalu mengkritik secara berlebihan, itu tidak boleh),” katanya.
“Dan saya tahu yang ngritik saya kayak gitu saya tahu. Cuma saya ԁiam aja. Mohon maaf, mohon maaf. Di ruangan sini tidak ada,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





