Jateng

Awal Musim Hujan, Petani Blora Pilih Tanam Cabai: Lebih Untung, Sekali Tanam Bisa Panen 10-15 Kali

×

Awal Musim Hujan, Petani Blora Pilih Tanam Cabai: Lebih Untung, Sekali Tanam Bisa Panen 10-15 Kali

Sebarkan artikel ini
Petani Cabai Blora
Petani Blora, Widodo, sedang memberi pupuk ke tanaman lomboknya. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajteng.tv – Memasuki awal musim penghujan, sejumlah petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memilih beralih menanam cabai. Komoditas hortikultura ini dinilai memberikan keuntungan lebih besar dibanding tanaman palawija seperti jagung.

Salah satunya dilakukan oleh Widodo, petani asal Desa Jetakwanger, Kecamatan Ngawen. Ia mengaku telah menanam cabai selama sekitar lima tahun terakhir karena masa panen yang panjang serta biaya produksi yang relatif lebih rendah.

“Sekali tanam cabai bisa dipanen hingga 10-15 kali. Kalau harga sedang bagus, hasilnya jauh lebih menguntungkan,” ujar Widodo, Sabtu, 13 Desember 2025.

BACA JUGA: Harga Cabai Sempat Tembus Rp70 Ribu, Dinas Perdagangan Jateng Pastikan Mulai Turun Berangsur

Widodo menanam cabai di lahan seluas sekitar satu hektare yang tersebar di beberapa titik. Ia menyebut, pada beberapa waktu tertentu harga cabai di tingkat petani sempat mencapai Rp40.000 per kilogram, sehingga memberi margin keuntungan yang cukup besar.

Selain masa panen yang panjang, Widodo menilai biaya produksi cabai lebih ringan ketimbang tanaman jagung. Penggunaan pupuk dan perawatan relatif lebih sedikit sehingga dapat menekan pengeluaran.

“Kalau jagung, biaya produksinya besar. Sementara cabai cukup tanam sekali, perawatannya tidak terlalu banyak, tetapi hasil panennya bisa berulang,” jelasnya.

BACA JUGA: Harga-harga Melonjak di Pasar Semarang, Cabai Rawit Tembus Rp80 Ribu, Ayam Rp40 Ribu Per Kg

Dalam proses budi daya, Widodo dan petani cabai lainnya di Blora lebih memilih menggunakan pupuk NPK 15 karena mereka nilai mampu menyuburkan tanaman dan menghasilkan buah yang lebih baik.

Namun demikian, cabai hingga kini belum masuk dalam kategori tanaman penerima pupuk bersubsidi. Akibatnya, petani harus membeli pupuk non-subsidi dengan harga yang relatif mahal.

Widodo berharap pemerintah dapat mempertimbangkan agar tanaman cabai juga memperoleh akses pupuk bersubsidi. “Jika cabai bisa mendapatkan pupuk subsidi, tentu akan sangat membantu petani dan meringankan biaya produksi,” katanya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi