Jateng

Impian ke Tanah Suci Tak Lagi Sekadar Angan, Program Umrah Gratis Wali Kota Agustina Sasar Guru Madin dan TPQ di Semarang

×

Impian ke Tanah Suci Tak Lagi Sekadar Angan, Program Umrah Gratis Wali Kota Agustina Sasar Guru Madin dan TPQ di Semarang

Sebarkan artikel ini
Impian ke Tanah Suci Tak Lagi Sekadar Angan, Program Umrah Gratis Wali Kota Agustina Sasar Guru Madin dan TPQ di Semarang
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat memberikan hadiah umrah di kantor PWNU Jateng, beberapa waktu lalu. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pengabdian para guru Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Mereka turut membimbing anak-anak mengenal Al-Qur’an, membiasakan ibadah, hingga menanamkan akhlak sejak dini.

Namun, di tengah kesibukan mendidik generasi muda, impian sebagian guru untuk beribadah ke Tanah Suci belum tentu mudah terwujud.

Kondisi tersebut membuat program umrah gratis inisiasi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mendapat apresiasi.

Program ini menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian para pendidik keagamaan yang selama ini berperan penting di tengah masyarakat.

BACA JUGA: Bapenda Semarang Jemput Bola Tagih Pajak, Pakde Semar Keliling 177 Kelurahan, Mall Hingga Area CFD 

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, KH Anasom, mengatakan kesempatan berangkat umrah gratis memiliki arti besar bagi para guru Madin dan TPQ.

Sebab, tidak sedikit dari mereka yang harus menabung dalam waktu lama untuk mengumpulkan biaya perjalanan ke Tanah Suci.

“Program ini sangat membantu para guru Madin dan TPQ. Mereka harus menabung cukup lama untuk bisa berangkat umrah. Padahal, keinginan untuk melaksanakan ibadah umrah tentu banyak orang miliki,” ujar Anasom.

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar memberikan kesempatan beribadah. Pemerintah juga menunjukkan penghargaan terhadap para guru yang telah mengabdikan diri untuk pendidikan agama dan pembentukan karakter anak-anak.

Anasom berharap program umrah gratis Pemkot Semarang itu terus berlanjut. Ia juga mendorong Pemerintah Kota Semarang menambah kuota penerima agar semakin banyak guru Madin dan TPQ yang mendapat kesempatan mengunjungi Tanah Suci.

“Harapannya, program ini bisa terus dilaksanakan dan jumlah penerimanya semakin bertambah. Dengan begitu, lebih banyak guru yang telah lama mengabdi bisa merasakan manfaatnya,” katanya.

Bisyaroh guru TPQ meningkat menjadi 4.000 penerima

Perhatian Pemkot Semarang terhadap pendidik keagamaan juga diwujudkan melalui bantuan bisyaroh bagi guru TPQ dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ).

Pada 2026, jumlah penerima bisyaroh meningkat menjadi 4.000 orang. Jumlah tersebut bertambah dari 3.000 penerima sebelumnya. Pemkot Semarang juga sempat meningkatkan jumlah penerima menjadi 3.500 orang pada September 2025.

Setiap penerima memperoleh bisyaroh sebesar Rp1,5 juta per triwulan. Bantuan ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap para pendidik yang menjaga keberlangsungan pendidikan agama di lingkungan masyarakat.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti sebelumnya menegaskan bahwa guru Madin dan TPQ memiliki peran besar dalam membentuk generasi muda yang berilmu dan berkarakter.

“Santri yang sebagian besar saat ini menjadi guru Madin dan TPQ memiliki peran penting dalam mengenalkan Al-Qur’an, membiasakan ibadah, serta menanamkan akhlak dan kepedulian sosial kepada anak-anak. Pengabdian mereka menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berilmu dan berkarakter,” ujar Agustina saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Santri di Balai Kota Semarang, Kamis (22/10/2026).

Peran guru Madin dan TPQ memang tidak sebatas mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Mereka juga mendampingi anak-anak memahami nilai-nilai agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, dukungan terhadap pendidik keagamaan menurutnya perlu berjalan beriringan. Program umrah menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian, sedangkan bisyaroh membantu memberikan dukungan finansial bagi mereka.

Anasom berharap perhatian tersebut terus Pemkot pertahankan. Dengan program yang berkelanjutan dan kuota penerima yang semakin luas, semakin banyak guru Madin dan TPQ di Kota Semarang berpeluang mewujudkan impian beribadah ke Tanah Suci sekaligus melanjutkan pengabdian mereka dalam mendidik generasi muda. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp