SEMARANG, beritajateng.tv – Informasi mudik gratis Jateng 2026 menarik perhatian warga perantauan sejak awal Februari. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menyiapkan program tahunan untuk membantu perjalanan pulang menjelang Lebaran.
Masyarakat terus mencari kepastian jadwal pendaftaran karena kuota terbatas. Antusiasme tersebut muncul karena program menawarkan fasilitas aman, terjangkau, serta terorganisasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka pendaftaran mudik gratis Jateng 2026 melalui laman resmi Pedamateng. Akses pendaftaran tersedia secara daring agar calon peserta mudah mengikuti tahapan.
Sistem tersebut memungkinkan peserta memilih tujuan, memantau kuota, serta memeriksa status pendaftaran. Pendekatan digital itu menekan antrean panjang serta mempercepat verifikasi.
Pihak Badan Penghubung Jawa Tengah menjelaskan program ini bertujuan membantu pekerja berpenghasilan rendah. Fokus sasaran mencakup sektor informal, pelajar kurang mampu, lansia, serta penyandang disabilitas.
BACA JUGA: Mudik Lebaran Gratis 2026 untuk Perantau Asal Jateng, Begini Syarat dan Cara Daftarnya
Jadwal pendaftaran bus mulai Kamis, 12 Februari 2026 pukul 09.00 WIB. Pendaftaran kereta api mulai Rabu, 18 Februari 2026 pukul 09.00 WIB. Panitia menyiapkan 302 armada bus serta dua rangkaian kereta api. Dukungan datang dari pemerintah daerah, BUMN, serta BUMD.
Keberangkatan bus berlangsung Senin, 16 Maret 2026. Lokasi keberangkatan berada area Museum Purna Bhakti Pertiwi TMII Jakarta Timur. Keberangkatan kereta api berlangsung Selasa, 17 Maret 2026. Titik awal perjalanan kereta berada Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat.
Mudik Gratis Jateng 2026 Lewat Pedamateng
Akses mudik gratis Jateng tersedia melalui laman Pedamateng serta aplikasi JNN. Peserta dapat membuka peramban lalu mengunjungi alamat resmi. Sistem menampilkan ketersediaan kuota sesuai tujuan. Peserta perlu memastikan kuota tersedia sebelum melanjutkan proses.
Panitia juga menyediakan layanan pendaftaran luring khusus lansia serta penyandang disabilitas. Layanan tersebut tersedia Kantor Badan Penghubung Jawa Tengah Jakarta Selatan. Fasilitas itu hanya melayani armada bus. Penyelenggara berharap pendekatan inklusif meningkatkan keterjangkauan layanan.




