• Meningkatkan Ibadah Sosial
Ibadah tidak hanya identik dengan urusan akhirat, tetapi juga berhubungan dengan manusia. Saleh individual juga harus didukung dengan saleh sosial. Meskipun rajin melaksanakan ibadah salat, tetapi memiliki karakter yang suka berbohong, pemarah, dan sikap buruk lainnya akan menyebabkan pahala salatnya berkurang dan tidak berhasil membentuk pribadi yang qur’ani. Maka dari itu, ibadah yang bersifat individual juga harus diseimbangkan dengna ibadah secara sosial. Contoh ibadah sosial seperti menyantuni anak yatim piatu, mengeluarkan zakat, menolong orang lain yang sedang mengalami kesulitan, dan masih banyak amalan lain yang bisa dilakukan. (*)
Editor: Andi Naga Wulan





