SEMARANG, beritajateng.tv – Polisi mengungkap motif pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa (18) yang jasadnya ditemukan dalam bentuk kerangka di kawasan Jangli, Kota Semarang, setelah lebih dari setahun hilang.
Kasatres PPA-PPO Polrestabes Semarang Kompol Ni Made Sriniti mengatakan, tersangka berinisial MVDA (22) mengaku emosi dan cemburu setelah mengetahui korban berkomunikasi dengan pria lain. Namun, polisi menegaskan motif tersebut masih berdasarkan keterangan tersangka dan masih dalam pendalaman penyidikan.
“Menurut pengakuan tersangka pada saat awal Mei 2025 sudah terjalin hubungan pacaran dan sekitaran bulan Juni korban ketahuan ada chat dengan laki-laki lain. Namun ini masih perlu pendalaman,” kata Ni Made dalam konferensi pers di Lobi Polrestabes Semarang, Sabtu, 5 Desember 2026.
BACA JUGA: Kenal di Tiktok, Cekcok di Kos, MVDA Pelaku Pembunuhan Mozza Bekap dan Buang Jasad Korban di Jangli
Kasus tersebut bermula ketika MVDA dan korban berkenalan melalui aplikasi TikTok sekitar Mei 2025. Keduanya kemudian bertukar nomor WhatsApps dan beberapa kali bertemu.
Menurut pengakuan tersangka, hubungan keduanya berlanjut hingga Juni 2025. Pada 25 Juni 2025, korban datang ke kos tersangka di Candisari, Kota Semarang. Di tempat tersebut, keduanya terlibat cekcok. Tersangka kemudian emosi dan melakukan kekerasan terhadap korban.
“Jadi ada rasa cemburu dan juga emosi dari tersangka,” ujar Ni Made.
Bekap korban 7 menit hingga meninggal
Dalam pemeriksaan, MVDA mengaku membekap korban hingga kehilangan kesadaran dan lemas. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 hingga 16.00 WIB pada 25 Juni 2025. Menurut keterangan tersangka, korban ia bekap selama kurang lebih tujuh menit.
“Tersangka mengaku membekap korban selama kurang lebih tujuh menit hingga lemas dan akhirnya meninggal dunia,” jelas Ni Made.
Keterangan tersebut masih akan penyidik dalami dengan bukti-bukti lain, termasuk pemeriksaan forensik.





