Pendidikan

Inovasi Sepeda Kayuh Pedal jadi Listrik, Siswi MTs N Salatiga Raih Medali Emas Lomba Kreasi 2026 di Yogyakarta

×

Inovasi Sepeda Kayuh Pedal jadi Listrik, Siswi MTs N Salatiga Raih Medali Emas Lomba Kreasi 2026 di Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
Siswi Madrasah Tsawaniyah Negeri (MTs N) Kota Salatiga inovasi bertajuk Pedalectra dan menyabet medali emas dalam ajang Lomba Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (Kreasi) 2026 yang berlangsung di DI Yogyakarta, 17-19 Oktober 2026. (Foto: Dok. MTs N Salatiga) ‎
Siswi Madrasah Tsawaniyah Negeri (MTs N) Kota Salatiga inovasi bertajuk Pedalectra dan menyabet medali emas dalam ajang Lomba Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (Kreasi) 2026 yang berlangsung di DI Yogyakarta, 17-19 Oktober 2026. (Foto: Dok. MTs N Salatiga) ‎

Ini terhubung dengan rangkaian sensor untuk memantau detak jantung, tekanan darah, berat badan ideal (BMI), dan target kalori, sekaligus memuat edukasi aktivitas fisik dan gizi.
‎
‎”Alhamdulillah kami bisa meraih medali emas. Rasanya senang sekali, masih tidak percaya kami bisa sampai sejauh ini,” katanya
‎
‎Guru pembimbing riset siswa, Lilis Erfianti berkata, inovasi Pedalectra karya siswi MTsN Salatiga merupakan hasil riset selama 7 bulan. Para peserta lanjutnya, mendapatkan pendampingan secara daring dari penyelenggara.

BACA JUGA: Mahasiswa Unissula Desak Menhut Raja Juli Antoni Dicopot, Karhutla jadi Bencana Nasional

‎Lilis bilang, selama proses pendampingan dan kurasi karya berlangsung sangat ketat. Peserta kurang lebih sebanyak 446 orang/tim, kemudian yang lolos ke final total 235 tim,

Mereka, kata Lilis, merupakan perwakilan asal 40 Kabupaten/Kota dari 14 Provinsi se-Indonesia.
‎
‎”Ini ajang lomba inovasi tahunan untuk pelajar setingkat SMP/MTs seluruh Indonesia. Jadi, rata-rata sekolah sudah punya persiapan karena tahu persaingan setiap tahun sangat ketat,” ucapnya.

Tiga Tim Lolos ajang Kreasi 2026

Guru lain Fajar Ardiansah mengatakan, tim MTs N Salatiga pada ajang Kreasi 2026 mengirim sebanyak empat tim. Tiga tim ke tahap final dengan sub bidang sama. Di antarana Matematika, Fisika Terapan dan Teknologi Rekayasa (MT).
‎
‎Untuk tim kedua terdiri dari Alfinsya Zadanesia Sucahyo dan Destya Unzila Rakhimah meraih medali perak dengan inovasi EG-Smartbox. Berupa kotak makanan biodegradable yang memanfaatkan limbah eceng gondok. Ini juga lengkap dengan indikator sensor yang dapat mendeteksi kualitas makanan.
‎
‎”Inovasi ini menjawab persoalan limbah kemasan makanan plastik. Lalu, sistem sensor itu berfungsi mendeteksi keamanan pangan. Sekaligus mengetahui kondisi makanan sudah basi atau belum,” katanya.

BACA JUGA: Inovasi Sejumlah Panitia Pilkades Semarang, Calon Dilarang Buat Panggung Hiburan saat Kampanye

Sementara itu, kelompok ketiga pada sub bidang Biomedis, Farmasi, Gizi dan Kesehatan (FK) meraih medali perak dengan tim Qaisara Mazaya Nashita dan Salsa Aulia Ananta.