SALATIGA, beritajateng.tv – Inovasi di bidang pendidikan kembali mengantarkan Madrasah Tsawaniyah Negeri (MTs N) Kota Salatiga meraih prestasi tingkat nasional, dalam ajang Lomba Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (Kreasi) 2026, di Yogyakarta 17-19 Oktober 2026.
Melalui inovasi bertajuk Pedalectra, Alya Afifa Naura dan Annisa Ilmi Azmi Azzahra membawa pulang medali emas. Ini atas inovasi Pedalectra pada Sub Bidang Matematika, Fisika Terapan dan Teknologi Rekayasa (MT).
Alya Afifa Naura mengatakan, inovasi riset Pedalectra konsepnya yakni sepeda statis yang mengubah kayuhan pedal menjadi listrik. Putaran pedal tersebut menggerakkan generator AC, lalu arus mengalir melalui dioda dan controller untuk menyimpannya di accumulator.
Setelah itu, kata Alya kemudian ada proses pengubahan inverter menjadi daya yang bisa dipakai, antara lain untuk menghidupkan sensor.
”Inovasi ini lahir dari dua persoalan sekaligus. Di antaranya yakni krisis energi yang menuntut sumber energi terbarukan dan rendahnya aktivitas fisik remaja yang berisiko memicu obesitas dini. Dengan demikian, setiap kayuhan siswa bukan hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menghasilkan listrik,” katanya, usai menerima penghargaan, Senin 19 Oktober 2026.
Dia bilang, sebelumnya telah melakukan riset bersama guru pembimbing di lingkungan sekolah terkait risiko obesitas dini pada remaja. Hasilnya, kata dia, observasi lapangan menunjukkan sekira 48,8 persen siswa beraktivitas fisik pada kategori sedang dan rendah.
Lebih lanjut, siswi lain Annisa Ilmi mengatakan, selain menghasilkan energi terbarukan, Pedalectra juga terdapat inovasi aplikasi Android bernama Dalecheck.
BACA JUGA: Kumpulkan 609 Karya Riset dari Perguruan Tinggi, Ahmad Luthfi: Fokusnya untuk Pembangunan Jateng
Ini terhubung dengan rangkaian sensor untuk memantau detak jantung, tekanan darah, berat badan ideal (BMI), dan target kalori, sekaligus memuat edukasi aktivitas fisik dan gizi.
”Alhamdulillah kami bisa meraih medali emas. Rasanya senang sekali, masih tidak percaya kami bisa sampai sejauh ini,” katanya
Guru pembimbing riset siswa, Lilis Erfianti berkata, inovasi Pedalectra karya siswi MTsN Salatiga merupakan hasil riset selama 7 bulan. Para peserta lanjutnya, mendapatkan pendampingan secara daring dari penyelenggara.
BACA JUGA: Mahasiswa Unissula Desak Menhut Raja Juli Antoni Dicopot, Karhutla jadi Bencana Nasional
Lilis bilang, selama proses pendampingan dan kurasi karya berlangsung sangat ketat. Peserta kurang lebih sebanyak 446 orang/tim, kemudian yang lolos ke final total 235 tim,
Mereka, kata Lilis, merupakan perwakilan asal 40 Kabupaten/Kota dari 14 Provinsi se-Indonesia.
”Ini ajang lomba inovasi tahunan untuk pelajar setingkat SMP/MTs seluruh Indonesia. Jadi, rata-rata sekolah sudah punya persiapan karena tahu persaingan setiap tahun sangat ketat,” ucapnya.
Tiga Tim Lolos ajang Kreasi 2026
Guru lain Fajar Ardiansah mengatakan, tim MTs N Salatiga pada ajang Kreasi 2026 mengirim sebanyak empat tim. Tiga tim ke tahap final dengan sub bidang sama. Di antarana Matematika, Fisika Terapan dan Teknologi Rekayasa (MT).
Untuk tim kedua terdiri dari Alfinsya Zadanesia Sucahyo dan Destya Unzila Rakhimah meraih medali perak dengan inovasi EG-Smartbox. Berupa kotak makanan biodegradable yang memanfaatkan limbah eceng gondok. Ini juga lengkap dengan indikator sensor yang dapat mendeteksi kualitas makanan.
”Inovasi ini menjawab persoalan limbah kemasan makanan plastik. Lalu, sistem sensor itu berfungsi mendeteksi keamanan pangan. Sekaligus mengetahui kondisi makanan sudah basi atau belum,” katanya.
BACA JUGA: Inovasi Sejumlah Panitia Pilkades Semarang, Calon Dilarang Buat Panggung Hiburan saat Kampanye
Sementara itu, kelompok ketiga pada sub bidang Biomedis, Farmasi, Gizi dan Kesehatan (FK) meraih medali perak dengan tim Qaisara Mazaya Nashita dan Salsa Aulia Ananta.
Keduanya mengembangkan Kersgum. Sebuah pangan fungsional berupa permen gummy dari buah kersen untuk mendukung pengendalian glikemik penderita diabetes melitus.
Kembangkan Kemampuan Berpikir Kritis
Terpisah, Kepala MTSN Salatiga, Faisal Bahar mengatakan, sejumlah capaian prestasi itu menunjukkan bahwa lingkungan madrasah memiliki potensi besar.
Di antaranya, kata dia, dalam mengembangkan kreativitas,berpikir kritis, dan inovasi yang relevan sesuai tantangan zaman.
Dia berharap, raihan medali tim MTs N Salatiga dapat menjadi motivasi. Ini untuk terus dapat memberi manfaat dan peluang pengembangannya untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
”Nilai pentingnya ada pada manfaat dan peluang pengembangannya untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya. (*)





