SEMARANG, beritajateng.tv – Suasana mencekam menyelimuti Kampus Undip Pleburan pada Kamis, 1 Mei 2025 malam. Ketegangan muncul saat massa mahasiswa menyandera seorang anggota intelijen dari Polda Jawa Tengah.
Insiden tersebut terjadi setelah aksi peringatan Hari Buruh di depan kantor Gubenur Jateng yang berujung kericuhan.
Aksi tersebut melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas di Semarang. Mereka menuntut pembebasan 14 rekannya yang sempat tertangkap dalam kerusuhan sebelumnya.
BACA JUGA: Mahasiswa dan Anarko Diduga Dalang Ricuh Demo Hari Buruh Semarang Diringkus: Bisa Kena Pidana
Anggota intelijen Polda Jawa Tengah berpakaian sipil itu tertahan di dalam kampus dan dijadikan alat tawar-menawar oleh massa aksi.
Ratusan personel gabungan dari Polda Jawa Tengah dan Polrestabes Semarang langsung mengepung kampus. Petugas bersiap mengamankan situasi dan menyelamatkan rekannya.
Negosiasi dilakukan beberapa kali, namun tidak membuahkan hasil karena massa tetap meminta syarat pembebasan rekannya.
BACA JUGA: Unjuk Rasa Hari Buruh di Kota Semarang Ricuh, Polisi Tembakkan Water Canon dan Gas Air Mata
Pihak kepolisian akhirnya mengadakan koordinasi intensif bersama pihak rektorat Undip dan Wakapolda Jateng.
Setelah melalui berbagai pertimbangan dan pendekatan, anggota intel tersebut berhasil keluar dengan selamat dari kampus.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyampaikan bahwa situasi berhasil pihaknya kendalikan tanpa korban luka.
BACA JUGA: Demo Hari Buruh di Semarang Ricuh, Polda Jateng Klaim Kelompok Anarko Gabung Mahasiswa
“Massa akhirnya keluar kampus dengan pengawalan petugas,” ucap Artanto.
Ia menambahkan bahwa hingga kini, 14 mahasiswa masih dalam pemeriksaan intensif oleh Satreskrim Polrestabes Semarang.
Pihak kampus belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini. Namun, aparat menyatakan akan tetap menjaga kondusivitas wilayah serta menjamin kebebasan berpendapat tetap dalam koridor hukum. (*)





