HeadlineJateng

Angka Investasi di Jateng Tahun 2023 Sentuh Rp77 T, Serap Ratusan Ribu Pekerja Tambahan

×

Angka Investasi di Jateng Tahun 2023 Sentuh Rp77 T, Serap Ratusan Ribu Pekerja Tambahan

Sebarkan artikel ini
investasi jateng // sakina roselia
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosella saat menghadiri konferensi pers di Kantor DPMPTSP Jateng, Jum’at 26 Januari 2024 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Artinya, dengan nilai investasi yang hanya sekian miliar sudah bisa mendirikan perusahaan padat karya, mengurangi pengangguran, melakukan penyerapan tenaga kerja, mengurangi angka kemiskinan. Beda gambaran investasi yang ada di Jateng dan provinsi yang masuk lima besar tadi, sebab Jateng tinggi sekali untuk penyerapan tenaga kerjanya,” tegas Sakina.

Ganjar sebut ada 97 perusahaan ingin relokasi ke Jateng

Selain menyerap tambahan tenaga kerja sebanyak 280.643 orang di tahun 2023, jumlah total proyek PMA juga mengalami kenaikan lebih dari 127 persen, dari yang sebelumnya 3.087 proyek menjadi 7.032 proyek.

“PMDN juga mengalami kenaikan, sebelumnya ada 16.287 proyek dan di tahun 2023 melejit jadi 36.048. Sehingga jumlah proyek PMA dan PMDN di Jateng itu ada 43.080 di tahun 2023. Di tahun sebelumnya pada 2022 hanya 19.374 proyek,” tutur Sakina.

Di sektor PMA, industri barang dari kulit dan alas kaki masih mendominasi, dengan jumlah sebanyak Rp 5,362 Triliun. Sementara di sektor PMDN, industri transportasi, gudang, dan telekomunikasi menyumbang realisasi investasi terbanyak selama tahun 2023, yakni sejumlah Rp 4,713 Trilun.

Sebelum Pj Gubernur Nana Sujana memimpin, mantan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menuturkan ada 97 pabrik yang akan melakukan relokasi ke Jawa Tengah. Adapun data itu ia sebut di tahun 2022 lalu. Menanggapi hal ini, Sakina mengungkap kini sudah 74 perusahaan dari 97 yang melakukan proses perizinan.

“Itu benar ada 97 calon investor ingin relokasi atau pengembangan ke Jateng. 74 sudah melakukan proses perizinan, sekitar 45 atau 50 sudah masuk proses konstruksi. Sebagian besar, ada 21 pelaku usaha yang melakukan relokasi khusus ke daerah favorit yaitu Brebes,” terang Sakina.

BACA JUGA: Hadiri Forum Bisnis Indonesia-AS, Mendag Yakinkan Investor Amerika untuk Berinvestasi di IKN

Menurutnya, Brebes di Jateng yang begitu pelaku investasi minati tentu mampu mengurangi angka kemiskinan di kabupaten tersebut. Terlebih, Brebes masih tergolong wilayah dengan kemiskinan ekstrem.